JAKARTA, STUDIO2NEWS – Permainan layangan aduan yang selama ini mengakar sebagai tradisi dan hiburan masyarakat dinilai memiliki potensi besar untuk bertransformasi menjadi cabang olahraga berprestasi.
Peluang strategis tersebut dibahas secara mendalam oleh Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Jakarta (FIKK UNJ) melalui Focus Group Discussion and Socialization (FGDS) bertema “Layangan Aduan Menuju Prestasi” di GOR UNJ, Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Forum ilmiah yang dibuka resmi oleh Dekan FIKK UNJ, Prof. Nofi Marlina Siregar, tersebut dihadiri Wakil Dekan I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Kuswahyudi, jajaran koordinator program studi, dosen, mahasiswa, serta Ketua Persatuan Layangan Aduan Seluruh Indonesia (PERLASI), Essa Muhammad Sagita Nuruddin.
Kegiatan ini menjadi pijakan awal untuk mentransformasi kearifan lokal layangan aduan yang kaya akan taktik membaca arah angin, ketangkasan, konsentrasi tinggi, dan strategi mekanis menjadi disiplin olahraga yang terukur, aman, serta memiliki sistem pembinaan berjenjang.
Dalam pengarahannya, Dekan FIKK UNJ Prof. Nofi Marlina Siregar menekankan bahwa pengembangan olahraga prestasi nasional tidak boleh terpaku pada cabang olahraga modern bernuansa barat semata. Permainan tradisional yang hidup di tengah masyarakat memiliki modal sosial dan fisik yang sangat kuat jika dipadukan dengan pendekatan sport science.
“Layangan aduan memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih jauh, bukan lagi sekadar rekreasi, melainkan olahraga prestasi yang terstruktur. FIKK UNJ berkomitmen mendorong pengkajian secara akademis, mulai dari kinesiologi teknik, penguasaan arena, standardisasi keselamatan, hingga penyusunan kurikulum pembinaannya,” tegas Prof. Nofi.
Ia menambahkan, perguruan tinggi memikul tanggung jawab moral dan akademis untuk menghadirkan riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dalam konteks ini, FIKK UNJ siap mengambil peran sentral dalam memformulasi model latihan, standar kompetisi nasional, serta regulasi teknis bersama induk organisasi.
Sementara itu, Ketua PERLASI Essa Muhammad Sagita Nuruddin menyambut positif prakarsa FIKK UNJ. Pertemuan antara praktisi organisasi dan akademisi ini dinilai menjadi momentum vital untuk merumuskan regulasi pertandingan, standardisasi peralatan (seperti spesifikasi layangan dan benang aduan), hingga mekanisme perlindungan keselamatan para atlet di lapangan.
Selain penyusunan kerangka prestasi, FGDS ini dirancang sebagai laboratorium pemikiran bagi mahasiswa FIKK UNJ. Keterlibatan mahasiswa diharapkan mampu memantik riset-riset baru, inovasi pembinaan, serta tata kelola event kompetisi modern yang berakar pada pelestarian kearifan lokal.
Langkah inovatif FIKK UNJ dan PERLASI ini juga dinilai sejalan dengan komitmen Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Melalui sinergi lintas sektor ini, penyusunan standar dan legalitas layangan aduan sebagai cabang olahraga diharapkan tak sekadar melestarikan nilai-nilai budaya bangsa, tetapi juga membuka jalan lahirnya atlet-atlet layangan aduan profesional berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. (Red)













