Kejagung Bantah Isu Penindakan Terhadap Sejumlah Jenderal Polri

STUDIO2NEWS – Isu liar yang menyebutkan adanya penindakan hukum dan penangkapan terhadap sejumlah perwira tinggi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dipastikan berita bohong alias hoaks. Pihak Kejagung dan Mabes Polri secara resmi telah memberikan klarifikasi tegas guna meredam keresahan serta spekulasi publik yang kadung viral di berbagai platform media sosial.

Dilansir TribunSumsel.com, Kabar bohong tersebut awalnya mencuat melalui sebuah unggahan di platform TikTok. Konten provokatif itu menampilkan narasi serta kolase foto yang mengeklaim bahwa Kejagung telah mengamankan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Tak berhenti di situ, desas-desus kian memanas dengan beredarnya rumor liar di tengah masyarakat yang menyebutkan bahwa sejumlah perwira tinggi Polri berpangkat Inspektur Jenderal (Irjen) atau jenderal bintang dua turut diciduk oleh personel Korps Brimob dan ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Menanggapi gelombang disinformasi yang meresahkan ini, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, langsung angkat bicara. Tanpa ragu, ia membantah secara telak seluruh narasi keliru yang telanjur beredar luas di tengah masyarakat.

“Tidak ada dan tidak benar,” tegas Anang saat dikonfirmasi, Selasa (3/11/2026).

Anang memastikan bahwa tidak ada satupun tindakan hukum, penjemputan, ataupun penahanan terhadap perwira tinggi kepolisian oleh institusi Kejaksaan Agung sebagaimana disebarkan oleh akun-akun tak bertanggung jawab di media sosial.

Di sisi lain, Divisi Humas Polri turut merespons perbincangan hangat yang terjadi di ruang publik, khususnya yang tengah menjadi sorotan di kalangan insan pers. Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, mengaku pihaknya terus memantau dinamika informasi serta diskursus yang berkembang.

“Saya paham rekan-rekan lagi (kasak-kusuk membicarakan sesuatu),” ujar Isir saat ditemui di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Meski belum membeberkan secara terperinci mengenai motif di balik penyebaran isu maupun identitas pihak-pihak yang mencoba memprovokasi situasi, Isir memastikan bahwa Korps Bhayangkara akan segera menyampaikan keterangan resmi secara komprehensif kepada publik dalam waktu dekat.

“Nanti ada saatnya, ya. Mungkin ndak lama lagi, ya. Oke, makasih ya,” tambah Isir sambil tersenyum tenang.

Sementara itu, situasi di lingkungan Mabes Polri sempat menjadi sorotan awak media menyusul terlihatnya sejumlah personel Brimob di area kompleks markas sejak Senin (2/11/2026) sore hingga malam hari, pemandangan yang dinilai sebagian pihak tidak seperti biasanya. Namun, kehadiran aparat tersebut dipastikan merupakan bagian dari pengamanan rutin internal dan sama sekali tidak berkaitan dengan isu penangkapan yang diembuskan pihak tak bertanggung jawab.

Melalui klarifikasi ganda dari Kejagung dan Mabes Polri ini, masyarakat diimbau agar lebih bijak, tenang, serta tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum jelas sumber kebenarannya demi menjaga kondusivitas keamanan nasional. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!