Lampung Utara- Suasana penuh semangat kebangsaan dan warna-warni budaya Nusantara mendadak menyelimuti Kota Bumi, Lampung Utara pada Rabu pagi, 28 Oktober 2026. Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98, SMP Negeri 7 Kotabumi, Lampung Utara, sukses menggelar acara karnaval kebhinekaan dengan tema “Dari Bahan Bekas Lahir Karya Emas”.

Namun, ada yang jauh lebih istimewa dari sekadar pawai biasa tahun ini. Di tengah gemerlap busana tradisional, para pelajar menunjukkan kepedulian lingkungan yang luar biasa melalui kreativitas tanpa batas yakni menyulap bahan bekas seperti plastik menjadi karya busana adat bernilai seni tinggi.
Kegiatan akbar ini diikuti dengan penuh antusias oleh ratusan siswa-siswi, dewan guru, serta staf sekolah. Barisan peserta menampilkan ragam busana tradisional dari berbagai penjuru Indonesia. Mulai dari pakaian adat Lampung yang megah, busana Betawi, khas Jawa, Padang, Bali, hingga pakaian tradisional dari Kalimantan dan Sulawesi dan pakaian adat lainnya.

Hebatnya lagi, sebagian kostum tersebut dikreasikan langsung oleh para siswa dengan memanfaatkan limbah plastik dan barang bekas seperti kantong kemasan, sedotan, hingga plastik yang disulap menjadi busana adat yang gemerlap dan futuristik. Langkah inovatif ini membuktikan bahwa generasi muda SMPN 7 Kotabumi tidak hanya cinta budaya, tetapi juga peduli pada kelestarian bumi.
Karnaval akbar ini dilepas secara resmi oleh Kepala SMPN 7 Kotabumi dari halaman sekolah. Dengan tertib, barisan peserta berjalan kaki menyusuri rute yang telah ditentukan untuk membawa pesan cinta tanah air langsung ke tengah-tengah masyarakat
- Start: Halaman SMPN 7 Kotabumi
- Rute: Menuju Jalan Emsiko Siomi →\rightarrow Melintasi Jalan ARPN →\rightarrow Melewati kawasan Payan Mas →\rightarrow Berlanjut ke Jalan Soekarno Hatta
- Finish: Berpusat kembali di halaman sekolah SMPN 7 Kotabumi
Sepanjang perjalanan, para peserta tampak bersemangat menyanyikan lagu-lagu nasional seperti Garuda Pancasila dan Satu Nusa Satu Bangsa, diiringi yel-yel penyemangat jiwa muda yang bergemuruh di jalanan. Warga yang berdiri di pinggir jalan tampak terpukau, memberikan tepuk tangan riuh, dan mengabadikan momen meriah berbalut busana ramah lingkungan ini melalui gawai masing-masing.
Kepala SMPN 7 Kotabumi, Septinawati dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan sarana edukasi nyata bagi para pelajar untuk menghayati makna Sumpah Pemuda secara holistik.
“Melalui karnal pakaian adat berbalut kreativitas daur ulang ini, kami ingin menanamkan rasa bangga terhadap kekayaan budaya bangsa sekaligus kepedulian terhadap lingkungan kepada anak-anak didik kita. Semangat Sumpah Pemuda 1928 harus terus dihidupkan melalui kecintaan pada tanah air, persatuan, dan aksi nyata generasi muda dalam menjaga bumi serta membangun bangsa,” ujar Kepala SMPN 7 Kotabumi, Septinawati penuh semangat.
Tidak hanya pawai keliling, rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda di SMPN 7 Kotabumi juga dimeriahkan dengan pembacaan naskah Sumpah Pemuda secara bersama-sama dengan penuh penghayatan. Acara ditutup dengan doa bersama agar semangat persatuan pemuda-pemudi Indonesia terus terjaga di tengah arus globalisasi, menjadikan generasi muda SMPN 7 Kotabumi sebagai motor penggerak kemajuan daerah dan bangsa yang cerdas, kreatif, serta berkarakter.
(Riski / Yogi / Red)













