Bandar Lampung- Provinsi Lampung dihadapkan pada lonjakan suhu udara yang signifikan pada Jumat, 23 Oktober 2026. Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMGK), suhu udara maksimum di sejumlah wilayah diprakirakan berada dalam rentang 32°C hingga 37°C.
Kondisi terik ini semakin diperparah oleh tingkat kelembapan udara yang membuat suhu terasa (feels like / indeks panas) di siang hari meroket hingga 40°C. BMKG secara resmi telah mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi suhu ekstrem yang mendekati ambang 37°C di berbagai titik wilayah.
Fenomena cuaca panas menyengat ini merupakan kelanjutan dari tren suhu tinggi yang mendominasi wilayah Lampung sepanjang pertengahan Oktober 2026. Minimnya tutupan awan di langit Lampung menyebabkan radiasi matahari langsung menghantam permukaan bumi tanpa hambatan berarti.
Sebagai catatan historis dalam periode gelombang panas ini, beberapa wilayah sebelumnya bahkan mencatatkan rekor yang lebih tinggi. Pada 21 Oktober 2026, stasiun meteorologi lokal mencatat suhu di Seputih Raman, Lampung Tengah, menembus angka 37,8°C. Sementara itu, rekor tertinggi tingkat Provinsi sempat menyentuh 38,2°C di kawasan Kota Gajah dan Natar.
Berdasarkan analisis data BMKG terkini, paparan hawa panas paling menyengat terkonsentrasi di kawasan dataran rendah dan pedalaman. Wilayah-wilayah yang mencatatkan suhu tertinggi di atas 36°C meliputi:
- Lampung Tengah: Seputih Raman dan Kota Gajah.
- Tulang Bawang:
- Mesuji: Seluruh wilayah dataran rendah.
- Lampung Selatan: Kawasan Natar dan sekitarnya.
Kendati cuaca secara umum didominasi oleh kondisi cerah hingga cerah berawan yang kering, dinamika atmosfer lokal turut memicu potensi anomali cuaca. BMKG Lampung memperingatkan adanya potensi hujan lokal berdurasi singkat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada siang hingga sore hari.
Peringatan dini ini terutama ditujukan untuk tiga wilayah berikut Lampung Selatan, Lampung Timur, dan Lampung Barat
Masyarakat diimbau untuk senantiasa menjaga kondisi kesehatan, mencukupi kebutuhan cairan tubuh, serta menggunakan pelindung diri (seperti tabir surya dan payung) guna meminimalisir dampak kesehatan akibat indeks sinar UV yang tinggi dan cuaca ekstrem hari ini. (Red)













