Lampung Utara- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lampung Utara secara masif memetakan masalah sampah domestik di wilayahnya. Sebagai langkah konkret mengurai tumpukan sampah, Pemerintah daerah mendorong integrasi program Bank Sampah, pemberdayaan pendaur ulang, serta pemanfaatan teknologi pengolahan berbasis komunitas.
Langkah ini berfokus pada pengurangan volume sampah rumah tangga sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi (circular economy) bagi masyarakat setempat.
Kepala Dinas Lingkungah Hidup Lampung Utara, Gunaido Uthama menjelaskan jika paska dirinya menjabat di Dinas tersebut pihaknya telah memetakan permasalahan sampah rumahan dan pengelolaan sampah bernilai guna sebagai terobosan di Lampung Utara. Fokus utama pengolahan meliputi.
Untuk memastikan efektivitas program, DLH Lampung Utara menerapkan pendekatan terpadu dari hulu ke hilir:
| Tahapan | Aksi Utama | Dampak Lingkungan & Ekonomi |
| Hulu (Rumah Tangga) | Pemilahan sampah organik dan anorganik dari dapur | Mempermudah proses daur ulang dan mengurangi bau di TPA |
| Tingkat Desa (Bank Sampah) | Penyetoran sampah anorganik layak jual dan pengolahan limbah plastik | Mengubah limbah menjadi tabungan bernilai rupiah bagi warga |
| Hilir (Pengolahan) | Konversi organik menjadi pupuk & plastik menjadi paving block | Menghasilkan produk utilitas desa dan mengurangi residu sampah |
Pengelolaan sampah tidak bisa hanya bergantung pada petugas kebersihan. Keberhasilan program daur ulang sangat ditentukan oleh kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari dapur.
- Sampah Organik (Sisa Makanan, Daun): Jangan dicampur dengan plastik agar proses pembusukan alami menjadi pupuk komposter berjalan optimal tanpa terkontaminasi bahan kimia berbahaya.
- Sampah Anorganik (Plastik, Botol, Kaleng): Pastikan dalam kondisi bersih dan kering sebelum disetorkan ke Bank Sampah atau diolah menjadi bahan baku pembuatan paving block.
Melalui sinergi antara kebijakan Dinas Lingkungan Hidup dan partisipasi aktif masyarakat, Lampung Utara optimistis dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan mandiri secara ekonomi melalui pengelolaan sampah berkelanjutan. (Yogi/ Red)













