Dekatkan Akses Kesehatan, Puskesmas Mider Ketapang Sapa Warga Desa Karang Rejo

LAMPUNG UTARA — Puskesmas Rawat Inap Ketapang terus berkomitmen memperluas jangkauan layanan kesehatan masyarakat hingga ke pelosok. Melalui inovasi program kesehatan gratis “Puskesmas Mider”, tim tenaga kesehatan (nakes) menggelar aksi jemput bola melayani warga Desa Karang Rejo, Kecamatan Sungkai Selatan, pada Jumat (25/9/2026).

Langkah proaktif ini disambut antusias oleh masyarakat setempat. Terbukti, sebanyak 45 warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendapatkan pemeriksaan medis dan pengobatan gratis tanpa harus menempuh jarak jauh ke fasilitas kesehatan pusat.

Dari total puluhan warga yang diperiksa, tim nakes mencatat penyakit pegal linu atau myalgia otot menjadi keluhan terbanyak yang dialami masyarakat, yakni mencapai 29 orang. Kondisi ini mendominasi pemeriksaan, disusul oleh penyakit tidak menular (PTM) lainnya serta gangguan pernapasan.

Berdasarkan data rekapitulasi medis di lokasi, rincian penyakit warga yang ditangani meliputi:

  • Myalgia otot (pegal linu): 29 orang
  • Hipertensi: 4 orang
  • ISPA (batuk pilek): 4 orang
  • Diabetes Mellitus (DM) Tipe 2: 3 orang
  • Kolesterol tinggi: 2 orang
  • Komplikasi DM & Hipertensi: 1 orang
  • Komplikasi DM & Kolesterol: 1 orang
  • Gingivitis (radang gusi): 1 orang

Dokter pelaksana layanan, dr. Rahma Fauzia Al Erza, menyampaikan bahwa tingginya angka myalgia erat kaitannya dengan aktivitas fisik harian warga. Selain memberikan pengobatan, tim nakes juga aktif memberikan edukasi terkait pola hidup sehat dan penanganan awal PTM.

“Sebagian besar warga mengeluhkan nyeri otot dan persendian akibat aktivitas fisik harian. Namun, yang perlu diwaspadai juga adalah kasus hipertensi dan diabetes. Melalui pemeriksaan berkala seperti ini, kita bisa mendeteksi dini penyakit kronis agar tidak memicu komplikasi yang lebih berat,” ujar dr. Rahma.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Rawat Inap Ketapang, Hi. Ardi Mahardian, S.Kep., Ns., menegaskan bahwa program Puskesmas Mider merupakan bentuk komitmen nyata dalam mewujudkan pemerataan akses pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Program Puskesmas Mider ini adalah bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan warga di kawasan pedesaan tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak, cepat, dan tanpa biaya. Inisiatif jemput bola ini akan terus kami jalankan secara berkelanjutan ke berbagai pelosok wilayah kerja kami,” tegas Hi. Ardi Mahardian.

Melalui program jemput bola ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini dan kontrol kesehatan secara rutin dapat semakin meningkat. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!