Mukomuko, Studio2News – Teka-teki penemuan mayat tanpa identitas yang mengapung di perairan Desa Lubuk Sanai, Kecamatan Koto Jaya, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, akhirnya terkuak. Pihak kepolisian memastikan bahwa jenazah tersebut bukanlah bagian dari rombongan jurnalis yang hilang di Selat Sunda, melainkan seorang pelajar lokal.
Geger penemuan jasad tersebut bermula saat warga setempat menemukannya mengapung pada Kamis (24/9/2026) sekira pukul 08.20 WIB. Temuan itu langsung dilaporkan ke pihak kepolisian dan jenazah dievakuasi ke Rumah Sakit Mukomuko untuk proses identifikasi medis.
Kapolres Mukomuko, AKBP Riky Crisma Wardana, mengonfirmasi bahwa kepastian identitas diperoleh setelah pihak keluarga datang langsung mengenali korban.
“Jenazah merupakan warga lokal Kabupaten Mukomuko. Sudah dipastikan karena pihak keluarga sudah mengonfirmasi,” ujar AKBP Riky Crisma Wardana, Kamis (24/9/2026) kemarin.
Hasil identifikasi membuktikan bahwa korban adalah Endar Permana (16), seorang pelajar asal Desa Ranah Karya, Kecamatan Lubuk Pinang, Kabupaten Mukomuko. Meski identitasnya sudah terang, kepolisian masih mendalami penyebab pasti kematian remaja tersebut.
“Untuk penyebab kematian korban, saat ini masih dalam proses penyelidikan (lidik),” tegas Riky.
Penemuan jasad Endar Permana sempat dikaitkan dengan tragedi hilangnya kapal cepat KM Arupadatu I di Selat Sunda lantaran sebelumnya peristiwa serupa pernah terjadi di kawasan pesisir Bengkulu.
Pada Sabtu (12/9/2026), Basarnas Bengkulu menerima laporan penemuan mayat tanpa identitas di kawasan pesisir Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara. Jenazah tersebut kemudian dievakuasi menggunakan pesawat Susi Air dari Bandara Enggano menuju Bandara Fatmawati Soekarno pada Senin (14/9) pukul 07.58 WIB untuk menjalani autopsi.
Berdasarkan hasil uji pencocokan DNA dengan sampel antemortem oleh Polda Banten, jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano tersebut resmi teridentifikasi sebagai Surakman atau Sukarman (60). Ia merupakan salah satu kru kapal cepat KM Arupadatu I yang membawa rombongan jurnalis dan dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Pandeglang, sejak Senin (7/9/2026).
Dengan terungkapnya identitas Endar Permana, pihak kepolisian memastikan penemuan di Mukomuko murni kasus terpisah dan tidak ada kaitannya dengan insiden kecelakaan laut di Selat Sunda. (Red).













