Lampung Utara, Studio2News – Pagi di Desa Jerangkang, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kamis (24/9/2026), terasa berbeda dari biasanya. Suasana hangat penuh kekeluargaan menyelimuti Balai Desa saat deretan tenaga kesehatan (Nakes) dari Puskesmas Wonogiri hadir membawa misi kemanusiaan melalui program unggulan Puskesmas Mider.
Tanpa sekat dan biaya, program jemput bola ini kembali membuktikan komitmen Pemkab Lampung Utara dalam menghadirkan negara di tengah-tengah masyarakat pedesaan. Sebanyak 30 warga yang mayoritas lanjut usia tampak antusias memanfaatkan kesempatan ini untuk memeriksakan kesehatan mereka.
Di bawah komando Kepala Puskesmas (Kapus) Wonogiri, Forniyati, tim medis bergerak sigap menyapa satu per satu warga. Dari puluhan pasien yang diperiksa, rata-rata keluhan yang didiagnosis meliputi gastritis (maag), diabetes melitus (DM), common cold (batuk pilek), hipertensi, rheumatoid arthritis (nyeri sendi), hingga dermatitis alergi.
Namun, di balik penanganan medis dan obat-obatan yang dibagikan secara cuma-cuma, ada momen istimewa yang mencuri perhatian: sentuhan hangat dan humanis dari dr. Endang Sulistiawati.
Dengan kesabaran tinggi, dr. Endang tidak hanya sekadar memeriksa tekanan darah atau mendengarkan keluhan fisik pasien. Ia memegang jemari keriput para lansia, mendengarkan curahan hati mereka, dan memberikan edukasi kesehatan dengan tutur kata yang lembut serta menenangkan. Sentuhan tulus itu perlahan mencairkan rasa cemas para pasien, menggantikannya dengan sunggingan senyum manis dan raut lega di wajah-wajah yang lelah.
Kapus Wonogiri, Forniyati, menegaskan bahwa kehadiran Puskesmas Mider di Desa Jerangkang bukan sekadar rutinitas pelayanan medis dasar, melainkan bentuk kepedulian nyata agar masyarakat yang memiliki keterbatasan jarak dan biaya tetap mendapatkan hak pelayanan kesehatan yang layak.
“Prinsip kami sederhana, kesehatan masyarakat adalah yang utama. Lewat Puskesmas Mider, kami ingin memastikan bahwa warga di desa-desa seperti Jerangkang ini tidak merasa sendiri. Kami datang membawa pelayanan, obat-obatan, dan tentu saja kepedulian yang tulus,” tegas Forniyati.
Langkah nyata Puskesmas Wonogiri dalam memungut rasa khawatir warga dan menggantinya dengan senyuman menjadi bukti bahwa pelayanan medis terbaik tidak selalu lahir dari gedung-gedung megah, melainkan dari ketulusan hati para Nakes yang mau mengabdi hingga ke pelosok desa. (Red).













