Kemdiktisaintek Matangkan Kajian Kuliah Gratis di PTN Sesuai Arahan Presiden

Jakarta- Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tengah menyiapkan langkah strategis untuk menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terkait penyediaan pendidikan gratis hingga jenjang perguruan tinggi negeri (PTN). Saat ini, skema pembiayaan serta pemetaan kebutuhan di seluruh PTN sedang dikalkulasi secara terukur dan berkelanjutan.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menyampaikan bahwa kajian tersebut mencakup penghitungan standar pembiayaan mahasiswa di seluruh PTN serta kondisi operasional di masing-masing kampus.

“Bapak Presiden memerintahkan kami untuk melakukan kajian mengenai hal ini. Kami sudah mulai menghitung kebutuhan standar per mahasiswa untuk seluruh PTN. Hasil kalkulasi ini akan menjadi dasar penentuan skema kebijakan,” ujar Brian usai Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (21/9).

Pemerintah memertimbangkan dua skenario utama dalam implementasi kebijakan ini: penerapan secara menyeluruh atau dilakukan secara bertahap, bergantung pada kesiapan anggaran negara dan infrastruktur perguruan tinggi.

Jika penyesuaian anggaran diperlukan, Kemdiktisaintek menyiapkan peta jalan (roadmap) penggratisan secara bertahap mulai tahun anggaran 2027, 2028, hingga 2029.

Strategi Pemetaan Kemdiktisaintek:

  • Analisis Kebutuhan Kampus: Memetakan beban biaya operasional dan karakteristik tiap PTN.
  • Proyeksi Jumlah Mahasiswa: Menghitung secara rinci basis data mahasiswa aktif dan calon mahasiswa baru.
  • Keberlanjutan Mutu Pendidikan: Memastikan pembebasan biaya tidak menurunkan standar kualitas pengajaran dan fasilitas akademik.

Di samping merancang skema kuliah gratis secara umum, pemerintah tetap memperkuat program bantuan pendidikan yang sudah berjalan, seperti Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah), untuk menjamin perataan akses bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Saat ini, dukungan pembiayaan bagi kelompok ekonomi lemah telah mencakup beberapa indikator utama:

  • Penerima Afirmasi: Lebih dari 28% mahasiswa PTN telah menerima akses pendidikan dengan biaya sangat rendah hingga tanpa biaya.
  • Prioritas Desil 1–4: Mahasiswa yang masuk dalam kategori desil 1 hingga 4 perekonomian telah mendapatkan skema dukungan beasiswa secara penuh.

Kemdiktisaintek menargetkan pematangan basis data ini selesai sebelum diserahkan langsung kepada Presiden sebagai bahan pengambilan keputusan final. (Diktisaintek/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!