KOTABUMI — Komitmen pemerintah daerah dalam mendekatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat pelosok kembali dibuktikan melalui aksi nyata di lapangan. Kali ini, Puskesmas Rawat Inap Ketapang sukses menggeliatkan program unggulan daerah melalui kegiatan pelayanan kesehatan keliling bertajuk “Puskesmas Mider” yang dipusatkan di Desa Ketapang, tepatnya di Dusun Taman Jaya, Kecamatan Sungkai Selatan, Kamis (17/9/2026).
Kehadiran tim medis di tengah permukiman warga ini disambut dengan antusiasme tinggi. Sejak pagi hari, warga Dusun Taman Jaya tampak berbondong-bondong mendatangi lokasi pelayanan untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka secara gratis, memanfaatkan kemudahan akses yang sengaja dijemput bola oleh tenaga kesehatan setempat.
Berdasarkan data rekapitulasi pelayanan di lokasi, tercatat sebanyak 39 orang warga mendatangi posko layanan kesehatan Puskesmas Mider. Dari jumlah tersebut, partisipasi kaum perempuan mendominasi dengan total 31 orang, sementara warga laki-laki yang memeriksakan diri tercatat sebanyak 8 orang.
Tim medis yang bertugas mencatat bahwa keluhan kesehatan yang dialami warga sangat beragam, didominasi oleh penyakit tidak menular (degeneratif) serta keluhan fisik akibat aktivitas sehari-hari. Secara garis besar, rincian diagnosa penyakit warga meliputi:
Myalgia (nyeri otot): 14 orang
Dispepsia (gangguan lambung): 7 orang
Diabetes Mellitus (kencing manis): 6 orang
Hipertensi (tekanan darah tinggi): 5 orang
ISPA (batuk dan pilek): 3 orang
Asam Urat: 2 orang
Hipotensi (tekanan darah rendah): 2 orang
Tingginya angka kasus myalgia dan dispepsia mengindikasikan beratnya aktivitas fisik harian masyarakat setempat, sementara temuan kasus hipertensi dan diabetes mellitus yang cukup signifikan menegaskan pentingnya skrining kesehatan berkala yang rutin dibawa langsung melalui program jemput bola ini.
Kepala Puskesmas Rawat Inap Ketapang, Ardi Mahardian, menegaskan bahwa pelaksanaan program Puskesmas Mider ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dan pemerintah daerah di tengah-tengah masyarakat, khususnya bagi mereka yang terkendala jarak untuk menjangkau fasilitas kesehatan formal.
“Program unggulan pemerintah daerah melalui Puskesmas Mider ini adalah komitmen kami untuk memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali, mendapatkan hak akses kesehatan yang layak dan mudah. Kami turun langsung ke dusun-dusun agar keluhan kesehatan warga bisa dideteksi dan ditangani sedini mungkin,” ujar Ardi Mahardian di sela-sela kegiatan.
Ia juga menambahkan bahwa melalui sinergi dan evaluasi harian di lapangan, pihaknya akan terus mengoptimalkan kualitas pelayanan, penyuluhan pencegahan penyakit, serta pendistribusian obat-obatan secara tepat sasaran.
Melalui langkah proaktif seperti yang dilaksanakan di Dusun Taman Jaya ini, program kesehatan gratis tidak lagi sekadar retorika di atas kertas, melainkan menjadi denyut nadi pelayanan publik yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di akar rumput. (Ref).













