Wujud Nyata Layanan Kesehatan Gratis, Puskesmas Negara Ratu Gempur Desa Ogan Jaya Sungkai Utara

Oplus_131072

KOTABUMI — Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Utara terus memperkuat komitmennya dalam mendekatkan akses kesehatan bagi masyarakat hingga ke pelosok desa. Kali ini, langkah nyata tersebut diwujudkan oleh Puskesmas Negara Ratu melalui program layanan kesehatan gratis “Puskesmas Mider” yang menyambangi warga Desa Ogan Jaya, Kecamatan Sungkai Utara, Kamis (16/9/2026).

Program jemput bola ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh warga setempat. Tercatat sebanyak 70 orang warga mendatangi posko pelayanan untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka secara cuma-cuma. Berdasarkan data dari tim medis di lapangan, keluhan kesehatan yang paling banyak mendominasi warga secara garis besar meliputi hipertensi atau darah tinggi sebanyak 45 orang, disusul oleh Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) 20 orang, diabetes 3 orang, rematik 2 orang, serta asam lambung.

Camat Sungkai Utara, Zulham A. Razak, yang turut memantau jalannya kegiatan, mengapresiasi penuh konsistensi jajaran kesehatan di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa program ini adalah bukti konkret kepedulian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi langkah jemput bola yang dilakukan Puskesmas Negara Ratu. Ini adalah bentuk hadirnya pemerintah di tengah masyarakat, memastikan bahwa akses kesehatan yang layak dan gratis bisa dirasakan langsung oleh warga di desa-desa,” ujar Zulham.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Puskesmas Negara Ratu, Elia Herlina, menjelaskan bahwa program Puskesmas Mider dirancang untuk mendeteksi dini berbagai penyakit tidak menular maupun penyakit umum lainnya agar penanganannya bisa lebih cepat dilakukan.

“Melalui program Puskesmas Mider ini, kami ingin memastikan warga yang mungkin terkendala jarak atau biaya untuk berobat ke fasilitas kesehatan tetap bisa mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan yang layak,” tutur Elia.

Sementara itu, dokter yang bertugas di lapangan, dr. Shelvi, mengungkapkan bahwa tingginya angka penderita darah tinggi dan ISPA yang ditemukan pada kegiatan hari ini erat kaitannya dengan faktor kebiasaan hidup sehari-hari serta perubahan cuaca.

“Sebagian besar pasien yang datang mengeluhkan hipertensi dan ISPA. Kami mengimbau kepada masyarakat Desa Ogan Jaya agar lebih peduli terhadap pola makan, rutin mengontrol kesehatan, serta menjaga daya tahan tubuh mengingat kondisi cuaca saat ini yang cukup rentan memicu penyakit saluran pernapasan,” pesan dr. Shelvi di sela-sela pemeriksaan. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!