Papua Tengah- Pesawat pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) milik maskapai Aman Air mengalami kecelakaan saat melakukan pendaratan di Bandara Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 11.22 Wit. Pesawat bernomor registrasi PK-WNU tersebut dilaporkan tergelincir hingga menabrak pagar pembatas bandara.
Berdasarkan analisis awal kronologi kejadian, pesawat yang mengangkut sekitar 3.700 liter solar/diesel tersebut mengalami kecenderungan bergerak ke arah kanan sesaat setelah menyentuh landasan pacu. Hal ini menyebabkan pesawat hilang kendali, keluar dari runway, dan mengakhiri pergerakannya setelah menghantam fasilitas pagar pengaman bandara. Insiden ini mengakibatkan struktur fisik pesawat mengalami kerusakan signifikan.
Plt. Kabid Humas Polda Papua Tengah, Kompol Henry J. Manurung, mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Pilot pesawat dilaporkan selamat dan langsung dievakuasi oleh personel Pasukan Gerak Cepat (Pasgat) bersama tim Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) bandara.
Menanggapi risiko sekunder pascainsiden, petugas gabungan menerapkan prosedur mitigasi bahaya tinggi. Mengingat kargo yang diangkut berupa muatan berbahaya (dangerous goods) dan ditemukannya indikasi kebocoran bahan bakar di sekitar badan pesawat, sterilisasi ketat dilakukan guna mencegah potensi kebakaran maupun ledakan.
Guna memastikan standar keselamatan penerbangan, pihak pengelola bandara berkoordinasi dengan AirNav Indonesia untuk menutup sementara operasional Bandara Mulia. Penutupan berlangsung hingga area landasan dinyatakan aman dan proses investigasi resmi diselesaikan.
Sebab pasti kegagalan pendaratan ini masih dalam tahap penyelidikan teknis oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Saat ini, bangkai pesawat masih dipertahankan di lokasi kejadian di bawah pengamanan ketat aparat kepolisian dan otoritas terkait untuk menjaga integritas barang bukti investigasi. (Red)













