Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tuding Prabowo Disesatkan hingga Ungkit “Database Abadi” Gedung Bundar

JAKARTA, Studio2News — Di balik dinding dingin Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, status baru melekat pada diri Febrie Adriansyah.

Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) itu kini harus mengenakan rompi tahanan berwarna pink dengan tangan diborgol, dikawal ketat oleh personel TNI.

Namun, di tengah belenggu hukum yang menjeratnya atas dugaan korupsi penanganan perkara Asabri-Jiwasraya serta Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Febrie melontarkan pernyataan mengejutkan.

Ia meyakini bahwa Presiden Prabowo Subianto telah disuapi oleh informasi yang keliru terkait kasus yang menghancurkan kariernya.

“Dan saya yakin ya, Presiden dapat masukan yang salah atas perkara ini,” ujar Febrie lugas usai mengikuti pelimpahan perkara di Kejari Jaksel, Jumat (18/9/2026).

Meski enggan merinci bentuk “masukan salah” yang dimaksud, Febrie mendesak agar perkara ini dibedah secara jernih di meja hijau. Ia bahkan menitipkan pesan bersayap kepada para juniornya di Gedung Bundar, markas besar Jampidsus di kompleks Kejagung RI, Kebayoran Baru, agar konsisten membela kepentingan bangsa.

Dengan nada percaya diri, Febrie berupaya merawat citra masa lalunya. Ia mengeklaim bahwa selama tiga dekade lebih alias 33 tahun mengabdi sebagai korps adhyaksa, dirinya bersih dari catatan hitam sanksi maupun pemeriksaan Bidang Pengawasan Kejaksaan.

Ia turut memamerkan portofolio masa lalunya, termasuk memimpin Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) serta membongkar pelbagai perkara kakap.

Namun, eskalasi pernyataan Febrie mendadak bernada peringatan ketika ia menyinggung jejak digital internal institusinya. Tanpa menyebut nama, ia mengingatkan bahwa rekam jejak setiap pihak terekam kuat di dalam sistem kejaksaan.

“Jangan lupa, database di Gedung Bundar itu akan menjadi data abadi. Kita semua tahu siapa yang terlibat di perkara-perkara besar,” tandasnya tajam.(Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!