BANDAR LAMPUNG, studio2news – Penunjukan Provinsi Lampung sebagai tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) memicu beragam tanggapan.
Menyikapi polemik yang berkembang, Tokoh Adat Lampung Utara sekaligus mantan pengurus BPD HIPMI Lampung, Arizo Fhasha Abung, akhirnya angkat bicara.
Arizo menilai, Provinsi Lampung saat ini sudah memiliki kapasitas yang sangat mumpuni serta kesiapan yang matang untuk menyelenggarakan agenda berskala nasional tersebut.
“Perbedaan pendapat dalam organisasi adalah hal yang wajar. Namun, mari kita tetap menjaga marwah HIPMI dan menghormati keputusan organisasi secara bijak,” ujar Arizo, Minggu (24/5/2026).
Arizo menegaskan bahwa dinamika internal seharusnya tidak mengaburkan fakta bahwa Lampung terus berkembang pesat. Kemajuan ini terlihat jelas dari sisi infrastruktur, konektivitas, hingga solidnya dukungan dari dunia usaha di daerah.
Menurutnya, Munas HIPMI harus diletakkan pada esensinya, yaitu sebagai momentum emas untuk memperkuat persatuan dan kolaborasi antar-pengusaha muda di tingkat nasional, bukan justru menjadi panggung perpecahan.
Sebagai bagian dari masyarakat adat Marga Nunyai, Arizo juga berpesan agar semua pihak menahan diri dari tindakan yang dapat merugikan nama baik daerah. Ia mengajak seluruh elemen untuk fokus pada kesuksesan acara.
“Kami di Lampung siap menyambut seluruh peserta Munas dengan semangat kebersamaan dan profesionalisme. Jangan menebar isu yang tidak baik dan tidak dapat dibuktikan, sehingga dapat mencoreng citra masyarakat Lampung,” tambah pria yang juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT Anugerah Pancar Perkasa tersebut.
Di akhir penyataannya, Arizo berharap seluruh pihak dapat mengedepankan suasana yang kondusif. Hal ini penting demi menjaga nama baik dan kehormatan organisasi HIPMI sekaligus marwah Provinsi Lampung di mata nasional. (Red).













