Sabu Senilai Rp585 Miliar Siap Edar Jaringan Thailand-Aceh Dibongkar Bareskrim

JAKARTA, Studio2news — Mimpi jaringan narkoba internasional untuk membanjiri Indonesia dengan 325 kilogram sabu senilai Rp585 miliar berakhir di tangan tim gabungan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

Penyelundupan besar-besaran yang menggunakan jalur laut Aceh tersebut berhasil digagalkan, menyelamatkan sekitar 1,62 juta jiwa dari ancaman kehancuran akibat narkotika.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Polisi Eko Hadi Santoso, mengungkapkan bahwa pengungkapan ini merupakan buah dari penyelidikan intensif sejak awal Mei 2026. Operasi senyap yang melibatkan Subdit IV Dittipidnarkoba, Satgas NIC, serta Bea Cukai wilayah Aceh dan Lhokseumawe ini memuncak pada 23 Juni 2026.

Jaringan ini menggunakan metode klasik namun berbahaya ship-to-ship. Barang haram tersebut dijemput oleh kapal nelayan di titik 120 mil laut perbatasan Indonesia-Thailand dari kapal asing, sebelum diselundupkan masuk ke pesisir Aceh.

Dalam penyergapan di kawasan Blang Mangat, Lhokseumawe, petugas menghentikan mobil Honda HR-V yang membawa muatan mematikan. Sebanyak 13 karung berisi 325 bungkus sabu berlabel teh China disita, bersama dengan unit kapal jenis oskadon dan alat komunikasi jaringan.

Dua tersangka, JF (berperan sebagai tekong) dan Z (pengendali logistik darat), kini meringkuk di tahanan. Dari hasil pemeriksaan, terungkap upah fantastis yang membuat mereka nekat. Z dijanjikan Rp30 juta per karungtotal Rp390 jutasementara JF dijanjikan Rp400 juta untuk perannya.

“Kami telah mengantongi dua nama pengendali utama, MJ alias J dan UA alias MHL. Keduanya kini berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) dan dalam pengejaran ketat,” tegas Eko.

Bareskrim Polri kini tengah bergerak lebih dalam. Tak hanya berhenti pada kurir, penyidik sedang menelusuri aliran dana dan rekening yang menjadi nadi transaksi jaringan ini. Selain itu polisi juga memburu MJ dan UA sebagai otak di balik layar.

“Kami tidak akan berhenti sampai ke akar-akarnya. Fokus kami saat ini adalah melengkapi berkas perkara sekaligus memastikan jaringan internasional ini benar-benar terputus,” pungkas Eko.

Operasi ini bukan sekadar penyitaan barang bukti, melainkan tamparan keras bagi sindikat narkoba internasional yang mencoba menjadikan wilayah pesisir Aceh sebagai pintu masuk utama kehancuran generasi bangsa. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!