Saat Para Petinggi PWI dan Dewan Kehormatan Lampung, Saling Adu Jagoan Piala Dunia 2026

Bandar Lampung -Demam Piala Dunia 2026 rupanya tidak hanya menjangkiti para pencinta sepak bola di seluruh dunia, tetapi juga membakar atmosfer di ruang kemudi organisasi pers Lampung. Di balik ketegangan mengawal isu-isu jurnalistik, para petinggi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Dewan Kehormatan (DK) ternyata memiliki “medan laga” sendiri.

Ketua DK, Adi Kurniawan,  Dewan Penasihat, Supriyadi Alfian, Ketua PWI, Wirahadikusumah hingga Sekretaris, Andi S Panjaitan  kedapatan memiliki jagoan yang berbeda di turnamen akbar kali ini. Alih-alih tegang, perbedaan ini justru melahirkan dinamika hiburan yang segar, penuh canda, namun tetap sarat akan analisis taktis khas jurnalis senior.

Berada di posisi penjaga marwah organisasi, Ketua Dewan Kehormatan (DK), Adi Kurniawan  memilih jalur aman namun mematikan dengan menjagokan Belanda,  menurutnya kedalaman skuad dan stabilitas mental adalah kunci.

“Menjaga integritas itu seperti lini pertahanan Belanda harus disiplin dan tidak boleh lengah. Mereka  punya komposisi itu dan saya yakin Belanda sang juara piala dunia 2026,” ujarnya berseloroh

Berbeda dengan Ketua DK dimana Dewan Penasihat PWI Lampung, Supriyadi Alfian justru menaruh hatinya pada keindahan sepak bola Prancis. Baginya, sepak bola bukan sekadar menang-kalah, melainkan seni penyerangan yang indah layaknya jurnalisme investigasi yang tajam namun memikat. Kecepatan dan kreativitas diyakini akan menjadi pembeda di Piala Dunia 2026 ini,”Prancis memiliki pertahanan yang sangat terstruktur, dan serangan balik cepat yang mematikan. Prancis lebih mengutamakan efisiensi dan kekuatan fisik ditambah penguasaan bola murni, serta kecepatan individu di sepertiga lapangan akhir membuat lawan akan kalah kecepatan, Jadi Prancis bakal juara nya,”urai Bang Yadi sapaan akrab awak media Lampung.

Sementara itu sebagai nakhoda organisasi Ketua PWI, Wirahadikusumah justru membuat taruhan yang berani.Wira menjagokan Inggris The Three Lions dimana ketajaman Inggris langsung terlihat dengan performa luar biasa, bersanding di daftar top skor bersama bintang dunia lainnya,”Pemimpin itu harus jeli melihat potensi yang tidak terlihat oleh orang lain. Sepak bola modern itu dinamis, siapa yang punya strategi adaptif, dia yang memimpin,”ungkapnya mantap.

Sementara itu Sekretaris PWI, Andi S Panjaitan memilih menjagokan Argentina Dimana sebagai sosok yang biasa berkutat dengan presisi administrasi dan efektivitas organisasi, ia menyukai tim dengan organisasi permainan yang rapi, taktis, dan efisien,”Saat ini, permainan Timnas Argentina sangat dominan, kolektif, dan efektif.  Tim tetap mengandalkan pergerakan yang cair, penguasaan bola yang tinggi untuk mendikte tempo pertandingan, serta visi bermain kolektif untuk melayani sang Kapten,”kata Andi banggakan sang Jagoan bola dunianya.

Meski saling menjagokan tim yang saling menjatuhkan di atas rumput hijau, perbedaan pandangan ini justru menjadi bumbu penyegar di sela-sela kesibukan organisasi. Ruang kopi kantor PWI kini kerap berubah menjadi “studio analisis” dadakan pasca-pertandingan.

Fenomena ini membuktikan bahwa di balik pena yang tajam dan tanggung jawab profesi yang berat, para tokoh pers kita tetaplah manusia biasa yang menikmati indahnya drama sepak bola dunia. Siapa yang jagoannya akan melenggang ke partai final dan berhak atas “gelar juara” di internal PWI? Kita nantikan bersama sambil menikmati suguhan Piala Dunia 2026. (Red)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!