LAMPUNG TIMUR, studio2news – Kapolres Lampung Timur, AKBP Heti Patmawati, menegaskan komitmen institusinya untuk menuntaskan kasus pembunuhan Riyas Nuraini kader Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Labuhan Ratu.
Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan tokoh agama dalam agenda Silaturahim Kamtibmas di Pondok Pesantren Darul Fattah, Way Bungur pada Jumat (5/6/2026) malam lalu.
Kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi Polres Lampung Timur untuk mempererat sinergi dengan ulama, pesantren, dan organisasi masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Hadir mendampingi Kapolres, jajaran pejabat utama Polres Lampung Timur, meliputi Wakapolres Kompol Maryadi, Kasat Reskrim AKP Stefanus Boyoh, Kasat Intelkam, Kasat Lantas, Kasat Binmas, dan Kasi Propam.
Rombongan disambut langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Darul Fattah yang juga menjabat sebagai Ketua PC GP Ansor Lampung Timur, KH M Muslih.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kapolsek Way Bungur, Kepala Desa Toto Projo Hisam, Sekretaris MWCNU Way Bungur Kristanto Kusna Dinata, Ketua PAC GP Ansor Way Bungur Agus Imron Su’aidy, serta jajaran pengurus pesantren.
Dalam paparannya, AKBP Heti Patmawati memberikan penjelasan transparan mengenai progres penyelidikan kasus yang menyita perhatian publik ini. Ia memastikan bahwa pengungkapan kasus Riyas menjadi atensi penuh Polres Lampung Timur.
“Kami memprioritaskan pengungkapan kasus ini. Seluruh kekuatan telah kami kerahkan. Bahkan, sebagai bentuk keseriusan, kami telah mendapatkan asistensi dan bantuan tim dari Mabes Polri untuk mempercepat proses pengungkapan kasus tersebut,” tegas AKBP Heti.
Kehadiran Kasat Reskrim dalam forum tersebut, menurut AKBP Heti, merupakan langkah taktis agar pihak keluarga besar NU dan tokoh pesantren dapat melakukan dialog langsung mengenai perkembangan perkara.
“Saya sengaja membawa Kasat Reskrim agar Pak Kiai dan keluarga besar dapat berkomunikasi langsung dengan tim yang sedang bekerja di lapangan. Kami sangat serius, meski diakui hingga saat ini hasil yang diharapkan belum tercapai,” tambahnya.
Kapolres juga memohon doa dan dukungan dari para ulama, santri, serta Nahdliyin agar proses penyelidikan berjalan lancar dan titik terang perkara segera terungkap.
Menanggapi langkah tersebut, Ketua PC GP Ansor Lampung Timur, KH M Muslih, menyambut positif upaya kepolisian dalam membuka ruang komunikasi. Bagi Ansor, pertemuan ini merupakan langkah konkret untuk meredam kegelisahan masyarakat.
“Kami menyambut baik silaturahim kamtibmas ini. Ini adalah ikhtiar bersama untuk menghadirkan rasa aman sekaligus membuka kanal informasi yang positif terkait progres kasus Riyas,” ungkapnya.
KH M Muslih mengakui bahwa keluarga besar Ansor, Banser, dan Fatayat NU masih diselimuti duka mendalam. Ia berharap proses hukum segera menemukan titik terang sebagai bentuk pemenuhan rasa keadilan bagi korban dan keluarga.
“Melalui silaturahim ini, setidaknya ada harapan keadilan yang muncul. Kami tetap mempercayakan penuh proses pengungkapan kasus ini kepada Polres Lampung Timur,” pungkasnya. (Sandi/Red).













