Pemprov Lampung Genjot Proyek PSEL Lampung Raya, Integrasi Teknologi Modern dan Mitigasi Lingkungan di Kota Baru

Bandar Lampung- Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memperkuat komitmen penuntasan Proyek Strategis Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Lampung Raya. Langkah konkret ini diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Lanjutan dan Peninjauan Lapangan yang dipusatkan di kawasan Kota Baru, Kecamatan Jati Agung, serta RS Bandar Negara Husada.

Peninjauan lapangan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung, Riski Sofian, bersama tim teknis DLH. Agenda strategis ini melibatkan sinergi lintas instansi, mulai dari BAPPEDA, BPKAD, Dinas BMBK, Dinas PKPCK, Dinas PSDA, hingga BBWS Mesuji Sekampung, serta menggandeng mitra profesional seperti PT Sucofindo, PT Arkonin, dan pihak Konsorsium.

Sinergi lintas sektoral ini dihadirkan guna memastikan akselerasi pengelolaan sampah berbasis teknologi modern berjalan presisi, transparan, serta mematuhi kaidah berwawasan lingkungan.

Berdasarkan Rapat Koordinasi Lanjutan tersebut, terdapat lima poin kesepakatan strategis yang menjadi fokus percepatan pengerjaan proyek:

  1. Mitigasi Risiko dan Keamanan Infrastruktur

Berdasarkan peninjauan teknis, ketinggian jalan eksisting di lapangan saat ini berada 80 cm di atas estimasi peil banjir. Guna menjamin ketahanan jangka panjang, kajian teknis mitigasi banjir dengan proyeksi 50 tahun yang dikerjakan oleh PT Sucofindo dan PT Arkonin ditargetkan rampung pada 26 Oktober 2026.

  1. Optimalisasi Pematangan Lahan

Pematangan lahan tahap awal seluas 4 hektar didukung penuh melalui alokasi anggaran Dinas PKPCK. Sementara itu, untuk mencapai target keseluruhan seluas 8 hektar, pembahasan alokasi Anggaran Tahun 2027 serta penjajakan skema pembiayaan alternatif bersama Danantara/DENERA, PT Arkonin, dan Konsorsium terus digenjot.

  1. Presisi Titik Koordinat

Sinkronisasi dan penyesuaian patok pengukuran teknis dilakukan secara terpadu oleh PT Arkonin, PT Sucofindo, Dinas BMBK, dan Dinas PKPCK untuk meminimalisasi deviasi pelaksanaan di lapangan.

  1. Kecukupan Pasokan Air Operasional

Kebutuhan air operasional PSEL diproyeksikan mencapai 2.658 meter kubik per hari (dengan estimasi maksimal 3.000 meter kubik per hari). Neraca air proyek ini akan dikaji secara komprehensif, termasuk inventarisasi potensi pasokan air bersih melalui PDAM koridor Soekarno-Hatta yang dikoordinasikan oleh Dinas PSDA.

  1. Kepastian Aksesibilitas

Posisi akhir jalur aksesibilitas menuju kawasan proyek telah resmi disepakati dan difinalisasi sesuai dengan perencanaan teknis dari Dinas BMBK Provinsi Lampung.

Melalui langkah-langkah terukur ini, DLH Provinsi Lampung berkomitmen penuh untuk mengawal seluruh tahapan pembangunan PSEL Lampung Raya. Proyek ini tidak hanya dirancang untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah modern di daerah, tetapi juga dipastikan taat aturan, tepat secara teknis, serta memberikan multiplier effect berupa peningkatan kualitas lingkungan hidup dan kesejahteraan masyarakat Lampung secara berkelanjutan. (Sandi Putra/ Red)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!