Pajak Khusus Untuk Orang Bijak, Perjalanan Pengabdian Desyadi Mengawal Pendapatan Lampung Utara

Di balik derap pembangunan infrastruktur, fasilitas kesehatan yang semakin membaik, serta denyut pelayanan publik yang merata di Kabupaten Lampung Utara, terdapat sebuah kerja senyap yang penuh strategi. Kerja besar itu berada di pundak seorang birokrat ulung bergelar doktor,  Dr. Desyadi, SH, MH.

Pria kelahiran Palembang tahun 1979 ini kini mengemban amanah sebagai nakhoda di Badan Pendapatan Daerah (Bappenda) yang sebelumnya dikenal sebagai Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Lampung Utara.

Bagi Desyadi, jabatan ini bukanlah sekadar posisi struktural, melainkan sebuah medan pengabdian panjang yang telah ia tempa selama hampir dua dekade.

Kisah pengabdian Desyadi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) bermula pada tahun 2006. Langkah awalnya di dunia pemerintahan dimulai di Kabupaten Tulang Bawang. Berkat ketekunan dan kinerjanya, pada tahun 2007 ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan di Kelurahan Menggala Tengah.

Jiwa kepemimpinan dan ketelitiannya dalam mengelola urusan publik membawanya melangkah lebih jauh. Pada tahun 2013, Desyadi mengabdi di Kota Bandar Lampung sebagai Kepala Sub Bidang (Kasubbid) Kebijakan Pengendalian Anggaran di BPKAD.

Di sinilah fondasi keahlian finansialnya semakin matang, sejak tahun tersebut, ia mendedikasikan diri untuk memahami rumitnya seni menghitung, merencanakan, dan mengendalikan anggaran daerah.

Keahlian finansial tersebut membawanya menyeberang ke Kabupaten Lampung Utara pada tahun 2014 dengan dipercaya sebagai Kepala Bidang Anggaran BPKAD. Kariernya terus meroket naik, tahun 2017 ia dipercaya  menjabat sebagai Sekretaris BPKAD Kabupaten Lampung Utara. Kemudian 2019–2023 kembali dipercaya menduduki posisi puncak sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lampung Utara.

Tahun 2023 hingga saat ini menjabat sebagai Kepala Bappenda Kabupaten Lampung Utara, memimpin garda terdepan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menggali Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah dinamika ekonomi tentu bukan perkara mudah. Namun, dengan latar belakang pendidikan tingginya hingga meraih gelar Doktor Ilmu Pemerintahan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Desyadi memiliki pendekatan yang humanis sekaligus strategis.

Ia selalu mengusung narasi yang dekat di hati masyarakat,  “Pajak khusus untuk orang bijak”. Bagi Desyadi, pajak bukanlah sekadar instrumen paksaan birokrasi, melainkan wujud nyata kecintaan warga terhadap daerahnya. Membayar pajak dan retribusi adalah cerminan dari kebijaksanaan seseorang, bahwa setiap rupiah yang disetorkan tidak akan hilang begitu saja, melainkan dikembalikan sepenuhnya dalam bentuk kemaslahatan bersama.

Di bawah kepemimpinannya, Bappenda Lampung Utara terus berinovasi merancang program-program strategis demi mendongkrak PAD. Desyadi memahami betul bahwa kemandirian fiskal adalah kunci utama agar roda pemerintahan dapat berputar secara optimal.

Setiap target pendapatan yang dirumuskan, setiap sen pajak yang terkumpul dari masyarakat, diarahkan langsung untuk menyokong dan merealisasikan program-program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Lampung Utara Hamartoni-Romli.

Mulai dari pembangunan infrastruktur jalan, peningkatan kualitas pendidikan, fasilitas kesehatan, hingga program kesejahteraan sosial, semuanya membutuhkan fondasi anggaran yang kuat dari PAD yang digali dengan cermat.

Bagi Desyadi, perjalanan panjang dari seorang staf muda di Tulang Bawang hingga menjadi pemegang kendali pendapatan daerah di Lampung Utara adalah sebuah amanah besar.

Dengan ketulusan, pengalaman panjang di bidang keuangan, serta dukungan masyarakat yang bijak dalam menunaikan kewajiban pajak, ia optimistis Lampung Utara akan terus melangkah maju menuju kemandirian yang dicita-citakan yakni Kabupaten Lampung Utara yang “Bermartabat”.

Melalui himbauan yang hangat dan persuasif, Desyadi mengajak seluruh elemen masyarakat Lampung Utara untuk bersama-sama menjadi “orang bijak” yang taat pajak. Sebab, dari pajak itulah masa depan Kabupaten Lampung Utara yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera dapat terwujud nyata. (Diq).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!