Rabu pagi yang sibuk di Kelurahan Kotabumi Pasar, 12 Agustus 2026, mendadak terasa berbeda di lingkungan Mider. Di saat sebagian warga berjibaku dengan padatnya aktivitas pasar tradisional, sebuah pemandangan penuh kepedulian tampak tersaji di UPTD Puskesmas Kotabumi Udik. Hari itu, ruang tunggu dan ruang pemeriksaan disesaki warga yang sebagian besar datang dengan keluhan serupa, lonjakan tensi darah dan kadar gula darah yang meronjak.
Hipertensi (darah tinggi) dan Diabetes Mellitus (DM) atau kencing manis seolah menjadi “tamu tak diundang” yang paling sering mampir di tubuh warga paruh baya kawasan tersebut. Faktor kelelahan, pola konsumsi, hingga tekanan hidup sehari-hari kerap menjadi pemicu utama. Namun, warga Mider tidak dibiarkan berjuang sendirian melawan dua penyakit degeneratif yang kerap dijuluki sebagai “pembunuh senyap” ini.
Di balik meja pemeriksaan, dr. Astria tampak sibuk namun telaten melayani satu per satu pasien yang mengantre. Dengan stetoskop melingkar di leher dan senyum menenangkan, ia tak hanya memeriksa fisik, tetapi juga mendengarkan keluh kesah warga dengan sabar.
“Kunci utama menghadapi hipertensi dan kencing manis bukan hanya pada obat, tapi bagaimana kita mengelola stres dan konsisten menjaga pola makan,” pesan dr. Astria kepada seorang pasien lanjut usia yang datang dengan keluhan pusing hebat akibat tekanan darah tinggi.
Kehadiran dr. Astria memberikan rasa aman tersendiri bagi warga yang mengunjungi Puskesmas Mider. Edukasi tentang pentingnya membatasi konsumsi garam, rutin meminum obat pengendali gula darah, serta anjuran untuk tidak malas bergeser ke fasilitas kesehatan disampaikannya dengan bahasa yang membumi dan mudah dipahami.
Suasana pelayanan yang humanis, tertib, dan sigap ini tentu tidak lepas dari tangan dingin sang pemimpin institusi. Kepala UPTD Puskesmas Kotabumi Udik, Siti Rokhmah Sukaesih, terus menggenjot jajarannya untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang proaktif, ramah, dan merata hingga ke pelosok wilayah kerja, termasuk kawasan Mider.
Bagi Siti Rokhmah Sukaesih, puskesmas bukan sekadar tempat berobat saat jatuh sakit, melainkan garda terdepan pencegahan. Di bawah kepemimpinannya, koordinasi antar-tenaga medis terus diperkuat agar setiap keluhan warga, terutama kasus dominan seperti hipertensi dan DM dapat ditangani secara cepat sebelum menimbulkan komplikasi serius.
Hingga jarum jam menunjukkan tengah hari, satu per satu warga meninggalkan Puskesmas Kotabumi Udik dengan senyum lega. Tekanan darah yang tadinya tinggi berangsur stabil setelah beristirahat dan mendapat penanganan tepat, sementara para penderita DM mendapatkan pencerahan dosis serta pola hidup sehat yang baru.
Pelayanan Puskesmas Mider pada Rabu, 12 Agustus 2026, menjadi bukti nyata bahwa kesehatan warga adalah prioritas yang dijaga dengan sepenuh hati. Melalui kolaborasi kepemimpinan yang cekatan dan dedikasi tenaga medis di lapangan, asa warga untuk hidup lebih sehat dan produktif terus menyala di jantung Kotabumi. (Red).













