JAKARTA, Studio2News — Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin memberikan instruksi tegas kepada seluruh prajurit TNI agar tidak merusak martabat institusi dengan terlibat dalam jaringan narkoba maupun perjudian online (judol).
Peringatan keras ini disampaikan saat ia meninjau Marshalling Area Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 928/Brata Sena Yudha (BSY) di Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, pada Minggu (18/10/2026).
“Jangan ada satu pun prajurit yang terkontaminasi narkoba maupun terlibat judi online!” tegas Menhan Sjafrie dalam keterangan resminya yang diterima pada Senin (19/10/2026).
Menhan menekankan bahwa segala bentuk penyimpangan moral dan hukum di tubuh militer merupakan bentuk pelanggaran disiplin berat yang berkonsekuensi pada sanksi pemecatan hingga pidana.
“Semua bentuk penyimpangan adalah pelanggaran disiplin berat yang ada sanksi tegas keprajuritannya. Pegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Menhan Sjafrie secara khusus menginstruksikan Komandan Yonif TP 928/BSY, Letkol Inf Oky Chandra Firmansyah, untuk memperketat pengawasan internal, termasuk menggelar pemeriksaan kesehatan dan mental prajurit secara berkala demi memastikan kesiapan fisik serta kebersihan personil dari zat terlarang.
Selain penegakan disiplin prajurit, Menhan mengingatkan posisi geografis Yonif TP 928/BSY yang sangat vital. Terletak di perbatasan perairan Gilimanuk, kawasan ini menjadi urat nadi pergerakan moda transportasi nasional yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali.
Kondisi tersebut menuntut kesiapsiagaan tinggi guna mengantisipasi berbagai potensi ancaman keamanan, penyusupan, maupun tindakan kriminal lintas wilayah.
“Laksanakan patroli jalur keamanan dan patroli perimeter secara ketat untuk memastikan Kabupaten Jembrana dan Bali tetap aman serta nyaman. Jangan sampai ada celah ancaman yang menggoyahkan stabilitas wilayah ini,” tegas Sjafrie.
Tidak hanya berfokus pada fungsi pertahanan tempur dan pengamanan wilayah, Sjafrie menggarisbawahi keunggulan Yonif TP yang memiliki kualifikasi Teritorial Pembangunan. Satuan ini dibekali berbagai kompi fungsional yang berinteraksi langsung dengan kebutuhan masyarakat, seperti sektor pertanian, peternakan, kesehatan, hingga konstruksi.
Dengan kapabilitas multidimensi tersebut, prajurit Yonif TP diharapkan hadir sebagai pilar pendukung pembangunan daerah.
“Prajurit diharapkan aktif mendampingi Pemerintah Daerah Jembrana dan hadir membantu mengatasi berbagai kesulitan masyarakat sekitar,” pungkas Menhan. (Red).













