Kepemimpinan di sektor kesehatan publik menuntut ketahanan mental, visi jangka panjang, serta kerendahan hati yang tinggi. Hal inilah yang kini kembali diemban oleh dr. Cholif Paku Alamsyah, M.Kes. Ia kembali dipercaya menakhodai RSUD H.M. Ryacudu Kotabumi, setelah sebelumnya sempat mengemban amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt) di rumah sakit pemerintah tersebut.
Kembalinya dr. Cholif ke kursi kepemimpinan definitif membawa angin segar sekaligus babak baru dalam upaya pembenahan layanan kesehatan rujukan di Kabupaten Lampung Utara.
Bagi dr. Cholif, memimpin rumah sakit pelat merah tidak cukup hanya dengan mengandalkan jabatan administratif. Menghadapi berbagai persoalan pelik di dalam institusi kesehatan pada hakikatnya adalah melawan ego dan kesombongan dalam diri sendiri.
“Menghadapi persoalan yang ada di rumah sakit sama saja menghadapi kesombongan dalam diri; dengan kata lain, tidak mau belajar untuk berbenah. Tidak boleh sombong menjadi pelayan masyarakat,” tegasnya.
Ia menyadari bahwa keluhan klasik seputar kelangkaan obat atau pelayanan yang kurang optimal tidak bisa diselesaikan secara instan. Semua itu memerlukan langkah dan strategi jangka panjang. “Kalau sudah melihat jangka panjangnya, apa yang sudah dilakukan ini akan membuat kita merasa nyaman, dan buktinya saat ini pasien sudah mulai ramai kembali,” ungkapnya.
Dalam proses pembenahan ini, dukungan penuh dari pimpinan daerah menjadi fondasi utama. Koordinasi yang intensif dengan kepala daerah terbukti mampu mengurai benang kusut dan melahirkan banyak solusi konkret. Mengingat, RSUD H.M. Ryacudu adalah salah satu aset strategis negara yang menyangkut hajat hidup orang banyak.
Tidak dapat dipungkiri, mengelola rumah sakit sebesar Ryacudu dihadapkan pada kompleksitas tata kelola yang tinggi, mulai dari pengelolaan keuangan hingga sumber daya manusia (SDM). Di tengah berbagai tantangan pendanaan yang ada, penopang finansial terbesar operasional rumah sakit saat ini bertumpu pada program BPJS Kesehatan.
Meski demikian, langkah-langkah strategis terus dikebut. Fokus pembenahan saat ini diarahkan secara seimbang antara sektor rawat jalan dan rawat inap, yang dibarengi dengan penyiapan sarana serta prasarana penunjang.
“Keluarga besar rumah sakit adalah tim yang tangguh, dan kita senantiasa mengharapkan totalitas dari semuanya,” pesan dr. Cholif kepada seluruh tenaga medis dan staf.
Sebagai satu-satunya rumah sakit rujukan utama di wilayah utara Lampung, peran RSUD H.M. Ryacudu sangat vital. Rumah sakit ini berfungsi sebagai fasilitas penyangga bagi kabupaten tetangga seperti Way Kanan, Tulang Bawang Barat (Tubaba), hingga Lampung Barat. Keberadaannya memangkas rentang kendali dan waktu tempuh bagi pasien darurat yang sebelumnya harus merujuk jauh ke Bandar Lampung.
Geliat kemajuan rumah sakit ini kian nyata menyongsong tahun 2027, di mana RSUD H.M. Ryacudu dipastikan akan menerima bantuan pembangunan fisik dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Dari sisi medis, rumah sakit yang saat ini telah memiliki 12 layanan spesialis, ke depan akan terus ditambah dengan kehadiran dua layanan subspesialis baru, yakni spesialis jantung dan spesialis mata. Kelengkapan alat kesehatan (alkes) pun secara bertahap terus dipenuhi melalui alokasi bantuan kementerian demi eskalasi mutu pelayanan yang semakin prima.
Ada filosofi humanis yang selalu ditanamkan dr. Cholif dalam menghadapi pasien dengan beragam dinamika psikologis. Menurutnya, pola pengobatan yang sempurna harus diawali dengan ketulusan: berikan senyuman dan jangan pernah mengatakan pasien itu sedang sakit, tetapi sambutlah dengan kehangatan dari dalam hati. Sebab, pelayanan yang dilandasi ketulusan akan menghasilkan pemulihan yang baik pula.
Memori kejayaan Ryacudu di masa lampau sebagai satu-satunya rumah sakit di Lampung Utara kini coba dibangkitkan kembali. Terobosan dan kebijakan pro-rakyat dari bupati di bidang kesehatan turut memberikan kemudahan nyata bagi warga kurang mampu yang belum memiliki kepesertaan BPJS. Melalui koordinasi cepat yang terintegrasi langsung dengan Dinas Sosial, hanya dalam kurun waktu maksimal dua hari, urusan administrasi tuntas dan layanan kesehatan gratis sudah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.
Dengan kepemimpinan yang visioner, koordinasi lintas sektoral yang kuat, serta komitmen totalitas seluruh pegawai, RSUD H.M. Ryacudu optimis bertransformasi menjadi rumah sakit kebanggaan yang kian humanis, modern, dan tepercaya. (Red).













