Menakar Identitas Serambi Sumatera, Urgensi City Branding untuk Mengangkat Marwah Lampung Selatan di Usia ke-70

Lampung Selatan, Studio2News – Memasuki usianya yang ke-70 tahun, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) berdiri sebagai salah satu daerah tertua di Provinsi Lampung. Daerah yang dijuluki sebagai Kota Serambi Sumatera ini menyimpan sejarah panjang dan potensi luar biasa. Namun, di usianya yang matang ini, muncul sebuah pertanyaan mendasar yang krusial, sudahkah Lamsel memiliki identitas yang melekat di benak publik.

Saatnya Kabupaten Lampung Selatan serius merumuskan dan memiliki City Branding yang kuat untuk mengangkat identitas diri di kancah regional, nasional, hingga internasional.

Banyak pihak kerap keliru mengartikan city branding sekadar pembuatan logo atau tagline semata. Padahal, berdasarkan berbagai kajian strategis, city branding merupakan instrumen penting untuk meningkatkan daya saing daerah, memupuk kebanggaan masyarakat lokal, menarik minat investor menanamkan modal, mendorong lonjakan kunjungan wisatawan dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh.

Sebagai perbandingan, wilayah-wilayah dengan identitas kuat langsung membetot perhatian publik begitu namanya disebut. Yogyakarta melekat dengan Jogja Istimewa, Surabaya dikenal sebagai City of Heroes, dan Solo termasyhur lewat The Spirit of Java. Lantas, identitas apa yang merepresentasikan Lampung Selatan.

Secara geografis dan kultural, Lampung Selatan memiliki segudang potensi di berbagai bidang. Mulai dari kekayaan adat dan budaya, destinasi wisata memukau, hingga statusnya sebagai gerbang strategis, Pintu gerbang utama menuju Gunung Anak Krakatau (GAK), Titik nadi penyeberangan nasional melalui Pelabuhan Bakauheni dan Akses udara utama lewat Bandara Raden Inten II.

Sayangnya, potensi yang melimpah ini belum sepenuhnya terintegrasi ke dalam sebuah narasi tunggal. Hingga hari ini, positioning yang benar-benar melekat dan menjadi ciri khas utama Lamsel di mata publik masih belum terbangun secara optimal.

Urgensi pembentukan identitas daerah ini mendapat sorotan tajam dari jajaran DPRD Lampung Selatan. Wakil Ketua Komisi I dari Fraksi Demokrat, Jenggis Khan Haikal, meyakini bahwa city branding adalah langkah strategis yang tidak bisa ditawar lagi bagi kemajuan daerah.

“City branding adalah langkah yang baik untuk memajukan suatu daerah, dapat dijadikan sebagai identitas yang kuat dan dapat memberikan pengalaman kepada masyarakat yang berkunjung ke Lampung Selatan,” jelas Jenggis.

Ia mengakui bahwa merumuskan identitas daerah bukanlah perkara instan. Namun, dengan materi yang matang serta komunikasi publik yang diseragamkan, hal tersebut sangat mungkin terwujud.

“Dengan kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama dan Syaiful Anwar, yang cerdas dan memiliki pemikiran luas, saya yakin hal tersebut akan mampu tercapai,” tambahnya optimistis.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Komisi III DPRD Lampung Selatan dari Fraksi Gerindra, Yuti Rama Yanti, menegaskan bahwa city branding jauh dari kesan sekadar ajang “pencitraan” atau gaya-gayaan semata. Branding yang berkualitas harus lahir dari substansi pembangunan yang nyata.

“City branding bukan soal keren-keranan, tapi bagaimana kita melihat, bagaimana pemerintah daerah mampu membangun identitas daerah untuk puluhan tahun ke depan,” tegas Yuti.

Yuti mencontohkan, apabila Lampung Selatan ingin diposisikan sebagai wilayah yang ramah pariwisata, maka komitmen tersebut wajib dibuktikan lewat infrastruktur yang mendukung, kemudahan perizinan investasi, serta penyediaan ruang publik yang nyaman bagi masyarakat. Menurutnya, branding bukanlah tujuan akhir, melainkan cerminan dari apa yang benar-benar dibangun oleh pemerintah dan warganya.

“Kita harus membuat agar ketika orang mendengar nama Lampung Selatan, mereka langsung tahu kota ini punya ciri khas, punya cerita, dan layak untuk dikunjungi maupun diinvestasikan,” pungkasnya.

Kini, tantangan besar berada di pundak Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan di bawah kepemimpinan Radityo Egi Pratama dan Syaiful Anwar.

Mampukah kepemimpinan baru ini merumuskan dan menemukan identitas wilayah yang autentik? Sebuah identitas yang tidak hanya dipamerkan ke dunia luar, tetapi juga membuktikan bahwa Lampung Selatan adalah daerah yang patut dikunjungi, diperhitungkan, dan menjadi salah satu poros strategis investasi di Indonesia? Waktu dan kerja nyata yang akan menjawabnya. (Wawan / Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!