Gema Gamolan Pekhing di Balik Bukit, Festival Budaya Sekala Bekhak XII Resmi Dimulai, Warisan Leluhur Menembus Skala Nasional

LAMPUNG BARAT, Studio2news – Tabuhan magis gamolan pekhing memecah heningnya udara di Taman Kota, Balik Bukit, pada Kamis (2/7/2026). Alunan musik tradisional khas Lampung Barat ini menjadi penanda dibukanya Festival Budaya Sekala Bekhak XII secara resmi oleh Wakil Bupati Lampung Barat, Mad Hasnurin.

Lebih dari sekadar agenda seremonial tahunan, festival ini adalah nadi bagi masyarakat Lampung Barat. Di tengah arus modernisasi yang bergerak cepat, Sekala Bekhak berdiri tegak sebagai ruang sakral untuk merawat jati diri dan menjaga api tradisi warisan leluhur agar tetap menyala.

Kebanggaan masyarakat Lampung Barat tahun ini memuncak seiring dengan torehan prestasi bergengsi. Festival Sekala Bekhak XII kembali dipercaya masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 program kurasi ketat unggulan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (KEMENPAR RI).

“Masuknya Sekala Bekhak ke dalam KEN bukan sekadar label. Ini adalah pengakuan nasional bahwa budaya kita autentik, memiliki nilai filosofis yang tinggi, dan layak menjadi magnet pariwisata yang diperhitungkan di Indonesia,” ungkap Wabup Mad Hasnurin.

Pencapaian ini membawa tanggung jawab besar bagi pemerintah dan masyarakat setempat. Festival Sekala Bekhak kini mengemban amanah untuk tidak hanya menjaga keaslian tradisi, tetapi juga menjadi instrumen nyata dalam pembangunan ekonomi daerah.

Melalui kemasan yang berkualitas, festival ini diharapkan mampu menjadi daya tarik utama bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara. Dampak domino yang diharapkan pun sangat konkret, dengan event ini diharapkan menjadi panggung utama bagi para pelaku UMKM untuk memamerkan produk unggulan daerah dan mendorong ekosistem kreatif di Lampung Barat agar lebih berdaya saing serta memastikan tradisi luhur tetap terjaga sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya.

Dengan dimulainya perhelatan akbar ini, Balik Bukit kini menjadi pusat perhatian. Sekala Bekhak XII bukan hanya tentang masa lalu, melainkan tentang bagaimana sebuah komunitas menjaga martabat budaya sambil menatap masa depan ekonomi yang lebih cerah. (Samson/Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!