DOR, Baku Tembak Tekab 308 Polres Tulang Bawang Dengan Komplotan Bandit Baterai BTS 

Tulang Bawang – Suasana sunyi di tengah kegelapan malam di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, mendadak pecah oleh rentetan suara tembakan, Minggu (28/6/2026) dini hari. Aksi kejar-kejaran bak film action terjadi antara Tim Tekab 308 Polres Tulang Bawang dengan komplotan spesialis pencuri baterai tower Base Transceiver Station (BTS).

Satu pelaku tersungkur dan tewas bersimbah darah setelah nekat melepaskan tembakan ke arah petugas, sementara tiga rekannya yang lain berhasil diringkus tanpa berkutik.

Drama penangkapan ini bermula saat Tim Tekab 308  Polres Tulang Bawang mengendus pergerakan mobil yang ditumpangi para pelaku. Sadar sedang diburu, sang sopir justru menginjak gas sedalam-dalamnya, memicu aksi pengejaran yang menegangkan di jalanan Tulang Bawang.

Bukannya menyerah, komplotan bandit ini justru berbuat nekat. Di tengah pelarian, mereka mengacungkan senjata api dan memberondong mobil petugas dengan tembakan.

“Tembak! Mereka menembak!” teriak salah seorang anggota Polisi dalam rekaman video amatir yang beredar, menggambarkan betapa mencekamnya situasi di lapangan saat peluru mulai beterbangan.

Mendapat perlawanan mematikan, polisi tak tinggal diam. Tindakan tegas dan terukur langsung diambil. Baku tembak sengit di tengah malam pun tak terhindarkan.

Kasatreskrim Polres Tulang Bawang, AKP Apfryyadi Pratama  membenarkan insiden berdarah tersebut. Ia menegaskan bahwa petugas terpaksa melakukan tindakan tegas karena para pelaku membahayakan nyawa anggota di lapangan.

“Para pelaku melakukan perlawanan menggunakan senjata api saat dikejar. Terjadi baku tembak, dan satu pelaku berhasil dilumpuhkan hingga tewas,”ujar AKP Apfryyadi tegas.

Jasad pelaku yang tewas langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung untuk keperluan visum. Sementara itu, tiga pelaku lainnya yang gemetaran melihat rekannya roboh, langsung menyerah dan digelandang ke Mapolres Tulang Bawang untuk pemeriksaan intensif.

Dari tangan komplotan ini, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti pelarian mereka, di antaranya dua pucuk senjata api rakitan yang digunakan untuk melawan petugas, sejumlah amunisi aktif, satu unit mobil yang dimodifikasi untuk mengangkut hasil jarahan.

Saat ini, Polisi menduga kuat komplotan ini merupakan bagian dari jaringan antarkota yang kerap mengincar fasilitas vital menara telekomunikasi di wilayah hukum Provinsi Lampung. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!