Kotabumi,Studio2News – Kepala Lapas Kelas IIA Kotabumi, Lampung Utara, Tomi Elyus, sepertinya tak mau ambil pusing terkait aksi demo yang meminta dirinya mengundurkan diri dari jabatan Kalapas.
Bahkan dirinya terkesan jumawa dengan kinerja yang ia lakukan dalam memimpin Lapas Kelas IIA Kotabumi.
“Saya salah satu Lapas di Lampung yang sampai detik ini siap untuk di audit, diperiksa bagaimana progres kemajuan lapas, terutama dalam kita memberantas Hp, pungli dan narkoba,” ujar Tomi Elyus, usai berdialog dengan perwakilan pengunjuk rasa yang tergabung dalam LSM Trinusa Lampura, Kamis (2/7).
Dalam menanggapi aksi unjuk rasa yang dilakukan LSM Trinusa di Lapas Kotabumi, Tomi menerangkan jika hal tersbut hal yang lumrah. Mengingat tugas dan fungsi LSM yang melakukan control sosial.
Menurutnya, dari hasil dialog dengan perwakilan pengunjuk rasa disepakati jika Lapas akan melibatkan LSM Trinusa dalam perkembangan kinerja Lapas Kotabumi.
“Ini luar biasa, memang tugas dari temen-temen LSM Trinusa ini memang kontrol sosial. Dimana-mana pun di era penuh keterbukaan ini, malah saya malahan senang ini, bahkan tadi sudah audiensi kita, kesepakatannya kami bahkan nanti melibatkan mereka untuk melihat progres apa yang terjadi di lapas ini,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPC LSM Trinusa Kabupaten Lampung Utara, Imausah, mengatakan aksi yang dilakukan pihaknya merupakan salah satu kepedulian atas fenomena yang terajdi di Lapas Kotabumi.
“Kan kita melihat fenomena, bahwa kejahatan di Lapas ini terlalu sering berulang. Itulah yang kita ingatkan, Kalapas, KPLP dan jajaran harus menertibkan semua itu, kita ingin kejahatan seperti itu tidak ada lagi dilapas Kotabumi,” ujar Imausah.
Untuk diketahui, Puluhan massa yang tergabung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat Triga Nusantara Indonesia (LSM Trinusa), Lampung Utara (Lampura), geruduk Lapas Kelas II A Kotabumi, Lampura, Kamis (2/7) sekitar pukul 10.30 WIB.
Mereka aksi menuntut agar Kepala Lapas dan sejumlah pejabat Lapas mundur dari jabatannya, karena dinilai gagal dalam menjalankan tugas.
Berdasarkan pantauan dilokasi, kedatangan puluhan peserta aksi dengan menggendarai motor dan mendapat pengawalan dari aparat kepolisian.
Setiba di depan kantor Lapas, satu persatu perwakilan massa menyampaikan orasi. Mereka menilai, banyak permasalahan yang terjadi di Lapas Kelas II Kotabumi, mulai dari kasus peredaran narkoba di dalam lapas, penggunaan handphone oleh para napi, hingga kasus love scamming (penipuan berkedok cinta) yang pelakunya merupakan napi didalam Lapas.
Karena itu, sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dengan banyaknya permasalahan tersebut, peserta aksi meminta agar Kepala Lapas, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) segere mundur dari jabatannya.
“Kami minta agar Dirjen Pemasyarakatan mencopot Kalapas dan KPLP. Atau, mereka (Kalapas dan KPLP) mundur dari jabatan, sebagai bentuk tanggungjawab moral atas banyaknya permasalahan yang terjadi,” ujar Imausyah, Ketua DPC LSM Trinusa Lampura dalam orasinya. (Yogi/Red)













