Delapan Anak Lampung Utara Resmi Melenggang ke Sekolah Rakyat

LAMPUNG UTARA, Studio2News – Gelapnya bayang-bayang kemiskinan tak lagi mampu memadamkan bara mimpi anak-anak kurang mampu di Lampung Utara.

Berkat program strategis nasional Sekolah Rakyat gagasan Presiden Prabowo Subianto, delapan anak dari keluarga prasejahtera akhirnya bisa bernapas lega dan menyambut masa depan yang lebih cerah.

Isak tangis haru dan senyum kebanggaan mewarnai pelepasan delapan anak pilihan tersebut menuju Sekolah Rakyat di Provinsi Lampung. Prosesi pelepasan langsung dilakukan oleh Asisten III Pemerintah Kabupaten Lampung Utara, Dina Prawitarini. Jumat (31/7/2026).

Dalam arahannya, Dina Prawitarini berpesan agar para siswa dapat memanfaatkan kesempatan emas ini sebaik-baiknya tanpa dibebani oleh persoalan biaya.

“Untuk anak-anak, tetap fokus belajar, karena semua biaya sudah ditanggung oleh pemerintah yang diharapkan bisa memutus mata rantai garis kemiskinan,” ungkap Dina.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Sosial Lampung Utara, Imam Hanafi, membeberkan bahwa kedelapan siswa yang terdiri dari empat pelajar tingkat SMP dan empat pelajar tingkat SMA ini merupakan talenta-talenta tangguh yang lolos dari seleksi ketat.

Mereka tidak hanya diuji dari aspek administratif, melainkan melalui verifikasi data kesejahteraan desil 1 dan desil 2, survei kunjungan rumah (home visit), hingga pemeriksaan kesehatan menyeluruh guna memastikan kesiapan mengikuti sistem pendidikan berasrama (full boarding school).

Di Sekolah Rakyat, seluruh peserta didik akan mendapatkan jaminan fasilitas penuh secara cuma-cuma. Pemerintah memfasilitasi seluruh kebutuhan esensial mulai dari biaya pendidikan, asrama, konsumsi, hingga seragam sekolah tanpa dipungut biaya sedikit pun.

“Untuk satu bulan, biaya kebutuhan para siswa sekolah mencapai 4 juta per siswa, dan laptop juga akan diberikan,” jelas Imam.

Tidak sekadar mengejar target akademik, kurikulum Sekolah Rakyat dirancang secara komprehensif untuk membentuk karakter, jiwa kepemimpinan, semangat kebangsaan, kedisiplinan tinggi, serta kecakapan hidup (life skills). Bekal paripurna inilah yang nantinya akan mereka bawa kembali untuk membangun daerah asal sekaligus mengangkat harkat dan martabat keluarga mereka keluar dari jerat kemiskinan. (Riski/Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!