Baru Seumur Jagung, Proyek SPAM Senilai Rp700 Juta di Tubaba Mangkrak, Hanya Jadi Pajangan

TULANG BAWANG BARAT, Studio2News — Belum sempat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) di Tiyuh Daya Asri, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), kini mangkrak total.

Warga sekitar meradang dan mendesak pihak terkait segera bertanggung jawab atas proyek berbanderol ratusan juta rupiah yang berujung mubazir ini.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Senin (3/8/2026) kemarin, kondisi fisik saluran air perpipaan tersebut tampak sangat memprihatinkan. Padahal, proyek ini baru saja rampung dikerjakan oleh pihak rekanan pada penghujung tahun 2025 lalu. Bahkan, batu prasasti di lokasi mempertegas bahwa proyek tersebut telah diresmikan dan disahkan oleh Bupati Tulang Bawang Barat, Novriwan Jaya.

Namun, belum genap berusia satu tahun, bangunan infrastruktur yang menelan anggaran negara hingga sekitar Rp700 juta lebih itu kini berubah fungsi menjadi monumen kegagalan yang tak berdaya guna.

Kondisi ini tentu memicu kemarahan dan kekecewaan mendalam bagi masyarakat sekitar. Ironisnya, krisis ini terjadi di tengah teriknya musim kemarau, di mana tidak sedikit sumur warga yang mengalami kekeringan parah dan sangat membutuhkan pasokan air bersih mendesak.

Nasib nahas dialami Takwin, salah seorang warga penerima manfaat. Meskipun kediamannya berdiri tepat di seberang bangunan SPAM tersebut, ia justru terpaksa harus mengungsi mengambil air dari sumur masjid demi memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Proyek SPAM yang terpasang megah di halaman rumahnya sejak awal selesai dibangun hingga detik ini tidak pernah meneteskan air sedikit pun. Usut punya usut, lumpuhnya fungsi SPAM tersebut diakibatkan oleh buruknya pengerjaan serta sejumlah titik paralon yang mengalami kebocoran parah.

“Keran yang dipasang di halaman rumah sejak awal jadi sampai sekarang tidak pernah mengalir. Kami terpaksa ambil air dari sumur masjid, padahal proyek ini tepat di depan rumah,” keluh Takwin.

Kini, kesabaran warga Tubaba telah habis. Mereka menuntut pihak terkait baik dari unsur kontraktor pelaksana maupun Dinas PUPR Tulang Bawang Barat, untuk tidak cuci tangan dan segera menindaklanjuti keluhan rakyat kecil ini.

Masyarakat mendesak agar saluran air tersebut segera diperbaiki secara tuntas dan dapat mengalir optimal sebagaimana mestinya. Dengan begitu, uang negara hampir mendekati satu miliar rupiah yang dihabiskan untuk proyek tersebut tidak menguap sia-sia di atas penderitaan warga. (Ilham/Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!