Pringsewu- Momen haru dan tak biasa mewarnai tradisi welcome and farewell parade di Mapolres Pringsewu, Senin (3/8/2026). Mengakhiri masa tugasnya sebagai Kapolres Pringsewu, AKBP M Yunnus Saputra bersama sang istri, Ayu Yunus memilih cara unik dan sarat makna untuk melangkah menuju penugasan baru: menunggangi kereta kuda tradisional.
Tradisi keberangkatan ini memecah kebiasaan pelepasan pejabat kepolisian pada umumnya. Kereta kuda yang telah bersiap di halaman depan Mapolres Pringsewu menjadi simbol perjalanan pengabdian yang terus bergerak dinamis. Diiringi lambaian tangan, jabat tangan hangat, hingga derai air mata ratusan personel dan Bhayangkari, kendaraan klasik tersebut perlahan membawa pasangan ini meninggalkan tempat yang telah menjadi ruang pengabdian mereka.
AKBP M Yunnus Saputra resmi mendapat promosi jabatan sebagai Kasubbagopsnal Dittipidsiber Bareskrim Polri. Sementara itu, estafet kepemimpinan Polres Pringsewu kini diteruskan oleh AKBP Dadi Perdana Putra.
Dalam kata perpisahannya, AKBP Yunus menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas loyalitas seluruh jajaran serta memohon maaf atas segala kekurangan selama memimpin.
“Saya bersama istri mengucapkan terima kasih atas kebersamaan, loyalitas, dan dukungan seluruh personel. Saya berpesan agar seluruh keluarga besar Polres Pringsewu memberikan dukungan penuh kepada Kapolres yang baru. Jaga kekompakan dan terus berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ungkap AKBP Yunus.
Kapolres Pringsewu yang baru, AKBP Dadi Perdana Putra, turut memberikan apresiasi tinggi atas rekam jejak dan keteladanan pendahulunya.
“Atas nama pribadi dan keluarga besar Polres Pringsewu, kami mengucapkan terima kasih atas pengabdian dan keteladanan AKBP M Yunnus Saputra beserta Ibu. Selamat atas promosi jabatan baru sebagai Kasubbagopsnal Dittipidsiber Bareskrim Polri,” tutur AKBP Dadi.
Pemilihan kereta kuda di akhir masa jabatannya bukanlah tanpa alasan. Selama memimpin Polres Pringsewu, alumnus Akpol ini tidak hanya dikenal tegas dalam menjaga keamanan, tetapi juga memiliki kecintaan yang kuat terhadap budaya lokal, keaktifan menulis, dan pendekatan humanis.
Rangkaian pelepasan yang diawali dengan penghormatan tradisi Pedang Pora hingga puncaknya keberangkatan dengan kereta kuda mempertegas jejak kepemimpinan AKBP Yunus Saputra—sebuah pengabdian tulus yang meninggalkan kenangan mendalam bagi jajaran Polres Pringsewu dan masyarakat setempat. (Red)













