Denpasar- Kepolisian Resor Kota (Polresta) Denpasar tengah mendalami kasus kematian tragis seorang warga negara Australia berinisial SDJ (57) beserta dua anak kandungnya, ADS (10) dan LKS (3). Ketiganya ditemukan tak bernyawa di sebuah kamar Arca Bungalow, kawasan Legian Tengah, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali, pada Minggu (13/9/2026).
Kepala Polresta Denpasar, Komisaris Besar Polisi Leonardo David Simatupang, mengonfirmasi bahwa penyidik masih melakukan penyelidikan intensif guna menguatkan indikasi serta motif di balik peristiwa tersebut.
“Penyidik masih melakukan pemeriksaan, termasuk olah TKP, analisis rekaman CCTV, serta pemeriksaan para saksi termasuk istri korban guna memastikan penyebab pasti kematian,” ujar Leonardo di Denpasar, Senin (14/9/2026).
Peristiwa berdarah ini terungkap berawal dari kecurigaan pihak keluarga. Berdasarkan data yang dihimpun Kepolisian, rangkaian kejadian berlangsung sebagai berikut:
Pukul 08.30 Wita, Saksi Nur Khamid (51) menerima telepon dari istri SDJ yang berada di Jakarta. Sang istri meminta bantuan untuk mengecek keberadaan suami dan kedua anaknya lantaran tidak dapat dihubungi sejak beberapa waktu, saksi bersama pemilik penginapan mendatangi lokasi dan mencoba melihat dari luar jendela, namun tidak mendapati adanya aktivitas di dalam kamar.
Pemilik penginapan berkoordinasi dengan Kelian Lingkungan setempat beserta warga sekitar untuk menindaklanjuti situasi tersebut. Pukul 10.14 Wita lantaran panggilan dan ketukan pintu tak kunjung mendapat respons, warga memutuskan membuka pintu secara paksa.
Saat pintu berhasil dibuka, petugas dan warga menemukan SDJ dalam posisi tergantung pada terali besi jendela menggunakan kabel setrika. Sementara itu, kedua anaknya yang berstatus warga negara Indonesia (WNI) ditemukan tergeletak tak bernyawa di lantai kamar dalam posisi tubuh saling bertindihan.
Tim Identifikasi Polresta Denpasar bersama Polsek Kuta langsung menerjunkan personel untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil pemeriksaan medis awal di lokasi diduga kuat meninggal dunia akibat tindakan kekerasan (homicide) sementara SDJ (Ayah) diduga kuat meninggal dunia akibat bunuh diri (suicide).
Ketiga jenazah saat ini telah dievakuasi ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar, guna menjalani proses autopsi dan pemeriksaan forensik lebih lanjut.
Selain mengumpulkan bukti digital berupa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar area bungalow, kepolisian juga telah berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal Australia di Bali terkait penanganan hukum WNA yang terlibat dalam insiden ini. Penyidikan masih terus berjalan untuk menguak motif utama di balik tragedi keluarga tersebut. (Red)













