Lampung Barat- Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus menyerukan transformasi besar-besaran bagi industri kopi lokal saat membuka Coffee Camp ke-4 di Curug Padae, Kecamatan Way Tenong, Sabtu (12/9/2026) malam.
Dalam gelaran tersebut, Parosil menegaskan bahwa Lampung Barat harus melompat jauh ke depan tidak lagi sekadar bangga menjadi lumbung biji kopi, tetapi harus menguasai hilirisasi industri dari hulu ke hilir.
“Kita tidak boleh berhenti hanya pada posisi sebagai daerah penghasil biji kopi. Kita harus terus bergerak dari sekadar menghasilkan kopi menjadi daerah yang mampu memahami, mengolah, mengembangkan, memasarkan, dan membangun nilai tambah dari kopi,” tegas Parosil di hadapan para peserta.
Mengusung tema “Telusuri Kopi: Menelusuri Rasa, Memahami Proses”, ajang Coffee Camp ke-4 ini mengajak publik melihat kopi Lampung Barat secara utuh. Bukan sekadar minuman penyemangat pagi, melainkan sebuah seni dan proses panjang.
Parosil membeberkan bahwa perjalanan kopi lokal melibatkan rangkaian dedikasi yang presisi:
- Hulu: Pemilihan benih unggul, perawatan kebun yang telaten, hingga petik merah saat panen.
- Tengah: Pengolahan pascapanen yang presisi, teknik roasting yang pas, hingga ujicoba cita rasa (cupping).
- Hilir: Penyajian secangkir kopi berkelas dengan nilai ekonomi tinggi.
“Di balik secangkir kopi, ada tanah, petani, keluarga, pengetahuan, proses, dan nilai ekonomi yang luar biasa,” tambah Parosil.
Langkah memajukan kopi Lampung Barat ini membutuhkan estafet kepemimpinan dari generasi muda. Parosil mengimbau para pemuda untuk tidak lagi memandang sektor pertanian dan olahan kopi sebagai pekerjaan masa lalu.
Sebaliknya, generasi muda diharapkan menjadi aktor utama yang melahirkan brand-brand kopi lokal berkualitas tinggi dari Lampung Barat yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional. Melalui Coffee Camp ini, Lampung Barat siap membuktikan bahwa kopi lokal mereka tak cuma menang kuantitas, tetapi juga jawara dalam rasa dan kualitas. (Samson/ Red)













