Lampung Utara, Studio2News – Komitmen nyata dalam memperluas akses layanan kesehatan gratis bagi masyarakat kembali dibuktikan oleh jajaran kesehatan di daerah. Kali ini, Tim Tenaga Kesehatan (Nakes) Puskesmas Rawat Inap Ketapang turun langsung menyambangi warga Desa Sirna Galih, Kecamatan Sungkai Selatan, melalui program “Puskesmas Mider” yang dipusatkan di Kantor Desa setempat, Kamis (3/9/2026).
Kehadiran tim medis ini disambut antusias oleh warga yang memanfaatkan momentum tersebut untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka secara cuma-cuma tanpa harus menempuh jarak jauh ke fasilitas kesehatan.
Berdasarkan rekapitulasi pelayanan di lokasi, tercatat sebanyak 19 orang warga mendatangi posko kesehatan, yang didominasi oleh kaum perempuan. Rinciannya meliputi 5 orang warga laki-laki dan 14 orang warga perempuan.
Dari hasil pemeriksaan medis yang dilakukan di tempat, keluhan kesehatan yang dialami warga didominasi oleh masalah nyeri otot serta gangguan tekanan darah. Secara garis besar, rincian diagnosa penyakit warga meliputi:
- Myalgia (nyeri otot): 7 orang
- Hipertensi (tekanan darah tinggi): 4 orang
- Hipotensi (tekanan darah rendah): 2 orang
- ISPA (batuk dan pilek): 2 orang
- Sakit kepala: 2 orang
- Diabetes Melitus: 1 orang
- Vulvitis: 1 orang
Kepala Puskesmas Rawat Inap Ketapang, Ardi Mahardian, menegaskan bahwa program Puskesmas Mider dirancang sebagai bentuk pelayanan proaktif untuk memastikan masyarakat di pelosok desa benar-benar mendapatkan hak layanan kesehatan yang merata dan mudah dijangkau.
“Program Puskesmas Mider ini adalah wujud kehadiran kami di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan warga yang memiliki keterbatasan akses atau keluhan kesehatan bisa langsung tertangani, sekaligus memberikan edukasi pentingnya menjaga pola hidup sehat agar pencegahan penyakit bisa dilakukan sejak dini,” ujar Ardi Mahardian.
Melalui kegiatan jemput bola ini, pihak Puskesmas Rawat Inap Ketapang berharap kesadaran warga Desa Sirna Galih terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin, khususnya dalam memantau tensi darah dan kadar gula, semakin meningkat demi mewujudkan kualitas hidup yang lebih sehat. (Red).













