Puskesmas Mider Kotabumi II Menyapa Warga hingga ke Lorong Desa

KOTABUMI, Studio2News – Pembangunan yang berpihak pada rakyat tidak diukur dari megahnya gedung perkotaan, melainkan dari seberapa jauh negara mampu menjangkau warganya yang paling pinggir.

Di Kabupaten Lampung Utara, filosofi pelayanan publik ini diterjemahkan secara konkret melalui program unggulan Bupati dan Wakil Bupati, Hamartoni–Romli, lewat inisiatif jemput bola kesehatan bertajuk Puskesmas Mider.

Hingga saat ini, program tersebut terus bergerak dinamis, digerakkan secara konsisten oleh 27 puskesmas yang tersebar di seluruh penjuru kabupaten. Salah satu garda terdepan yang tak kenal lelah merawat asa warga hingga ke pelosok adalah UPTD Puskesmas Kotabumi II.

Komitmen itu kembali dibuktikan pada Rabu (26/8/2026), ketika tim medis Puskesmas Kotabumi II yang dikomandoi langsung oleh Leni Idriana Shanty, S.St., M.Kes., menyambangi warga di Dusun 1, Desa Mulang Maya.

Di bawah terik matahari dan medan yang menantang, kehadiran para tenaga kesehatan ini disambut hangat oleh warga setempat yang mendambakan sentuhan layanan medis tanpa harus merogoh kocek atau menempuh perjalanan jauh ke pusat kota.

Ada pemandangan yang menyentuh di balai dusun atau teras rumah warga yang dijadikan titik singgah hari itu. Tercatat sebanyak 16 warga antusias mendatangi meja pelayanan kesehatan gratis yang diboyong langsung oleh tim Puskesmas Kotabumi II.

Melibatkan dr. Dewi Angraini sebagai dokter pemeriksa, kegiatan ini tidak sekadar menjadi tempat mengukur tekanan darah, melainkan ruang dialog yang hangat antara warga dan tenaga medis.

Dari hasil pemeriksaan menyeluruh yang dilakukan, terpotret kondisi riil kesehatan masyarakat akar rumput. Secara garis besar, keluhan yang mendominasi warga Dusun 1 meliputi hipertensi (tekanan darah tinggi), asam urat, gastritis (maag), batuk pilek, hingga rematik.

Penyakit-penyakit ini kerap kali dianggap sepele oleh masyarakat pedesaan. Kesibukan harian bertani atau mengurus rumah tangga sering membuat mereka mengabaikan sinyal-sinyal nyeri sendi atau pusing berkepanjangan, hingga akhirnya berpotensi berkembang menjadi komplikasi yang serius. Di sinilah letak strategis program Puskesmas Mider: memotong rantai keterlambatan penanganan medis melalui pendekatan preventif dan edukatif.

Program Puskesmas Mider gagasan kepemimpinan Hamartoni–Romli membuktikan bahwa pelayanan kesehatan dasar bukan lagi sebuah hak istimewa yang sulit diakses. Ketika birokrasi kesehatan memilih turun ke jalan, mendatangi balai dusun, dan mengetuk pintu-pintu warga di pelosok, maka jarak psikologis antara pemerintah dan rakyatnya runtuh seketika.

Langkah konsisten yang ditunjukkan oleh UPTD Puskesmas Kotabumi II di Desa Mulang Maya adalah cerminan kecil dari komitmen besar di tingkat kabupaten. Warga tidak lagi dibebani oleh jarak dan biaya sekadar untuk mengetahui kadar asam urat mereka atau berkonsultasi tentang lambung yang perih.

Lebih dari sekadar membagikan obat atau memeriksa tensi, program jemput bola ini menghadirkan rasa aman. Bahwa di balik hiruk-pikuk dinamika daerah, ada negara yang hadir mendengarkan keluhan fisik warganya yang paling sunyi. Dan di tangan para tenaga medis yang tulus melayani, asa tentang kesehatan yang merata di Lampung Utara bukan lagi sekadar slogan di atas kertas, melainkan denyut kehidupan yang nyata di setiap dusun. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!