Kemilau Jak Bumi Ragem Tunas Lampung di Lampung Tapis Karnaval

Lampung Utara- Pemerintah Kabupaten Lampung Utara siap memukau panggung Lampung Tapis Karnaval 2026 yang digelar di Tugu Adipura, Bandar Lampung, pada Minggu 30 Agustus 2026 mendatang. Mengusung tema “Kemilau Jak Bumi Ragem Tunas Lampung”, kontingen Lampung Utara akan menghadirkan kolaborasi megah antara keagungan tradisi, kreativitas kontemporer, dan semangat kebhinekaan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lampung Utara, Perdana Putra mengonfirmasi pemberangkatan kontingen sebanyak 140 orang. Arak-arakan ini dirancang sebagai etalase budaya yang menegaskan kesiapan daerah dalam menyambut wisatawan Nusantara maupun mancanegara melalui pengamalan nilai Nengah Nyappur.

Kirab budaya Lampung Utara menampilkan ragam karya unggulan yang memadukan simbol-simbol adat Abung dengan estetika modern:

  • Kostum Fantasi Karnaval: Menampilkan 10 karya masteris hasil kolaborasi Maruladiva Art Gallery Kotabumi dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lampung Utara. Deretan desain mengagungkan ikon daerah, seperti Kesatria Payan Emas, Tugu Payan Emas Kotabumi, Siger Abung, Jung Sarat, hingga Kupu-Kupu Tapis.
  • Eksplorasi Tari Tradisional: Arak-arakan diperkaya oleh barisan penari Sigeh Penguten, Tari Berpayung Agung, Tari Selendang Tapis, Tari Beppayan Emas Agung, serta atraksi Amuk (pencak silat khas Lampung).
  • Representasi Busana Bebay Mighul: Menonjolkan keautentikan mahkota Syuket berbalut kain sembagi. Kehadirannya mengilustrasikan peran krusial kaum perempuan adat Lampung sebagai penjaga harmoni dan penyeimbang sosial dalam struktur begawi.
  • Simfoni Musik Multi-Etnis: Mengalun gabungan instrumen tradisional cetik, kenong, dan rebana yang padu dengan iringan Barongsai persembahan komunitas Tionghoa Lampung Utara, mencerminkan kerukunan lintas budaya.

 “Saat ini dalam proses persiapan kontingen dan tentunya kita akan maksimal memperkenalkan kekayaan kebudayaan kita Lampung Utara,”jelas Perdana Putra, Rabu 26 Agustus 2026

Selain itu, lanjut Perdana juga dari sisi energik barisan akan dikawal langsung oleh Melody SKANSA BK, grup drum band kebanggaan SMKN 1 Bukit Kemuning. Dipimpin oleh 1 Gitapati, 2 Mayoret, dan 1 Mayor, 30 personel berbakat ini tampil di bawah bimbingan Kepala Sekolah Herlina Hasmin serta pembina Sapriyadi.

“Keikutsertaan Lampung Utara pada perhelatan ini bukan sekadar parade visual, melainkan penegasan komitmen melestarikan falsafah Piil Pasenggiri, Bejuluk Beadek, Sakai Sambayan, dan Nemui Nyimah. Melalui harmoni budaya ini, Lampung Utara siap menginspirasi masyarakat menuju era Indonesia Emas”urainya

Ditambahkan Perdana Putra, secara struktural dalam adat Lampung Mighul merujuk pada kelompok kekerabatan dari pihak saudara perempuan yang telah menikah. Keberadaan mereka sangat krusial dalam upacara adat (begawi) maupun kehidupan sehari-hari, karena berperan sebagai jembatan emas yang mempersatukan dua keluarga besar melalui ikatan perkawinan. Kehadiran Mighul membawa keteduhan, keindahan, sekaligus tanggung jawab moral dalam menjaga harmoni keluarga,”Eksistensi Mighul tergambar jelas melalui keelokan pakaian adatnya yang disebut Bebay Mighul. Berbeda dengan pakaian pengantin pada umumnya, Bebay Mighul memiliki ciri khas yang sangat autentik, yaitu penggunaan Syuket mahkota mighul yang dibalut secara anggun dengan kain sembagi. Busana ini melambangkan kesucian, kepemimpinan seorang wanita di rumah tangga, serta keanggunan khas perempuan Lampung yang bersahaja namun berwibawa,’tukasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!