LAMPUNG TIMUR — Upaya tak kenal lelah tim gabungan akhirnya membuahkan hasil. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), khususnya di Seksi Pengelolaan TN Wilayah III Kuala Penyu, dipastikan telah berhasil dipadamkan sepenuhnya pada Sabtu (22/8) pukul 19.00 Wib.
Operasi pemadaman masif ini mengakhiri ancaman kebakaran yang sempat meluas hingga memperkirakan area terdampak mencapai 673 hektare. Kendati medan yang dihadapi tergolong ekstrem—didominasi tanah gambut yang menyimpan bara bawah tanah, keterbatasan sumber air, serta akses transportasi yang sulit—kecepatan tanggap para petugas berhasil mencegah penyebaran api yang lebih luas.
Penanganan cepat ini melibatkan kolaborasi lintas instansi, mencakup Balai TNWK, Polda Lampung, Polres Lampung Timur, Kodam, Kodim Lampung Timur, Pemda Lampung Timur, serta kemitraan dari Masyarakat Mitra Polhut (MMP), Kelompok Tani Hutan (KTH), koperasi lokal, dan Masyarakat Peduli Api (MPA).
Pascapadamnya api utama, tim tidak langsung ditarik. Prosedur pendinginan (cooling) dan pemantauan ketat terus dilakukan guna mengeliminasi potensi munculnya kembali titik api dari dalam lapisan gambut.
Di tengah insiden ini, pihak pengelola memastikan seluruh satwa lindungi dalam kondisi aman. Kelompok gajah liar terdeteksi berada di zona utara TNWK—jauh dari jangkauan titik api—sementara kawanan gajah jinak di Pusat Konservasi Gajah (PKG) dipastikan berada dalam pengawasan ketat dan tidak terdampak.
Apresiasi tinggi disampaikan oleh Balai TNWK kepada seluruh elemen relawan dan aparat yang bekerja keras di lapangan. Meskipun situasi kini terkendali penuh, patroli dan pengawasan kawasan akan terus ditingkatkan untuk menjamin keamanan ekosistem serta keanekaragaman hayati TNWK secara berkelanjutan. (Balai TNWK/Red)













