Pagi yang cerah menyelimuti Desa Negeri Sakti pada 11 Agustus 2026. Suasana di kompleks Puskesmas Mider tampak berbeda dari hari-hari biasanya. Deretan kursi tunggu yang biasanya lengang, kali ini tampak penuh dipadati oleh warga yang antusias sejak pagi buta. Kehadiran tim medis dari Puskesmas Rawat Inap Negara Ratu datang membawa angin segar dan harapan baru bagi kesehatan masyarakat setempat.
Di bawah komando penuh kepemimpinan Kepala Puskesmas, Elia Herlina, kegiatan pelayanan kesehatan luar gedung ini dipersiapkan secara matang. Beliau memastikan bahwa seluruh logistik, obat-obatan, dan tenaga medis siap memberikan pelayanan prima langsung di jantung Desa Negeri Sakti.
“Kesehatan adalah hak setiap warga, dan kami berupaya mendekatkan pelayanan ini agar masyarakat dapat merasakan kehadiran negara di tengah-tengah mereka,” ungkap Elia Herlina.
Menjelang siang, suasana ruang periksa semakin sibuk namun tetap tertib. Sosok yang menjadi pusat perhatian warga adalah dr. Shelvi, dokter penanggung jawab lapangan yang dengan sabar, teliti, dan ramah melayani satu persatu pasien yang datang berkonsultasi.
Dengan senyum hangatnya, dr. Shelvi mendengarkan keluhan demi keluhan warga, melakukan pemeriksaan fisik secara mendetail, hingga memberikan edukasi gaya hidup sehat yang mudah dipahami. Kesabaran dan kepiawaiannya membuat para warga lanjut usia maupun dewasa muda merasa tenang dan nyaman menceritakan masalah kesehatan mereka.
Berdasarkan data pencatatan harian di Puskesmas Mider hari itu, tercatat sebanyak 45 orang warga berhasil mendapatkan pelayanan pemeriksaan dan pengobatan gratis.
Dari total pasien tersebut, tim medis merangkum peta besar keluhan kesehatan yang dominan dikeluhkan oleh warga Desa Negeri Sakti, antara lain:
- Hipertensi (Darah Tinggi): 16 orang (mendominasi keluhan akibat pola makan dan kelelahan aktivitas).
- ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut): 13 orang (dipicu oleh faktor cuaca dan debu).
- Diabetes Melitus: 8 orang.
- Rematik: 4 orang.
- Asam Lambung (Dispepsia): 4 orang.
Setiap warga yang berobat tidak hanya mendapatkan resep obat sesuai diagnosis dr. Shelvi, tetapi juga dibekali pemahaman penting mengenai pencegahan penyakit degeneratif serta pentingnya menjaga pola makan seimbang.
Menjelang sore hari, satu persatu warga meninggalkan Puskesmas Mider dengan membawa kantong obat di tangan dan senyuman di wajah mereka. Kehadiran kolaborasi antara Puskesmas Rawat Inap Negara Ratu dan Puskesmas Mider ini sukses menorehkan cerita manis tentang kepedulian.
Hari itu, tanggal 11 Agustus 2026, Desa Negeri Sakti tidak hanya menjadi saksi bisu dari sebuah pengobatan massal, tetapi juga bukti nyata bahwa pelayanan kesehatan yang tulus dan merata adalah kunci utama mewujudkan masyarakat yang lebih produktif, bahagia, dan berdaya. (Red).













