Jakarta Terkepung Aksi Massa, 3.761 Personel Disiagakan untuk Pagari Ibu Kota

JAKARTA, studio2news – Ibu Kota kembali membara. Gelombang massa dari berbagai elemen tumpah ruah di titik-titik vital Jakarta Pusat pada Senin (22/6/2026), memicu pengerahan besar-besaran aparat keamanan.

Tak tanggung-tanggung, sebanyak 3.761 personel gabungan diterjunkan untuk memastikan “pagar betis” tetap kokoh di tengah tuntutan demonstran.

Titik panas konsentrasi massa terpantau pecah di dua lokasi strategis. Kawasan Monas menjadi sasaran aksi unjuk rasa dari Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) bersama sejumlah elemen massa lainnya.

Sementara itu, suhu politik di depan Gedung DPR RI pun tak kalah panas dengan kehadiran massa dari Dewan Pengurus Nasional Koalisi Nasional Reforma Agraria (DPN KNARA).

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung, menegaskan bahwa pengerahan ribuan personel ini merupakan langkah preventif untuk mengawal aspirasi publik sekaligus menjamin keamanan Ibu Kota.

“Kami hadir untuk memastikan aspirasi tersalurkan, namun stabilitas tetap terjaga. Pendekatan humanis dan persuasif tetap menjadi komitmen utama kami di lapangan,” tegas Reynold dalam keterangan persnya, Senin (22/6).

Meski mengedepankan pendekatan persuasif, instruksi tegas dikeluarkan Reynold kepada seluruh jajarannya. Ia mewanti-wanti personel di lapangan untuk menjaga profesionalitas tinggi, dilarang keras membawa senjata api maupun senjata tajam, serta tidak mudah tersulut provokasi yang dapat memperkeruh situasi.

“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Layani masyarakat yang menyampaikan aspirasi sesuai prosedur, namun jangan beri ruang bagi tindakan anarkis yang merusak ketertiban umum,” tegasnya.

Pihak kepolisian juga tidak menutup mata terhadap dampaknya bagi mobilitas warga. Guna mengurai sumbatan arus lalu lintas, rekayasa jalan diberlakukan secara situasional di sekitar lokasi aksi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mencari jalur alternatif guna menghindari kepadatan. Rekayasa lalu lintas akan terus kami sesuaikan dengan dinamika di lapangan,” tambah Reynold.

Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih bersiaga penuh di lokasi. Polres Metro Jakarta Pusat memastikan pengamanan akan terus dilakukan hingga rangkaian aksi selesai dan situasi kembali kondusif, menutup celah bagi potensi gangguan keamanan yang lebih luas. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!