Gedongtataan- Dunia pendidikan Kabupaten Pesawaran kembali mencatatkan torehan membanggakan di tingkat nasional. Muli Salma Atsila, siswi kelas XII SMA Negeri 1 Gedongtataan, berhasil menyabet gelar Juara Harapan III pada ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FL3SN) 2026 untuk cabang lomba Cipta Cerpen.
Keberhasilan Muli menembus panggung Nasional diraih setelah sebelumnya mendominasi kompetisi tingkat Provinsi Lampung melalui karya cerpennya yang bertajuk Kartografi Sunyi. Saat melangkah ke kancah nasional, Muli kembali menunjukkan ketajaman literasinya lewat cerpen berjudul Impresi Sekali Waktu. Karya tersebut secara kritis mengulas dinamika pergeseran norma budaya lokal di tengah pesatnya era digitalisasi, sekaligus menyoroti dampak dari penggunaan gawai yang kurang bijak dalam masyarakat modern.
Kepala SMAN 1 Gedongtataan, Sylvia Juita, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian yang diraih siswinya. Menurut Sylvia, keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan geografis bukan halangan bagi siswa daerah untuk bersaing dan mengukir prestasi di tingkat nasional.
“Kami tentu sangat bangga atas pencapaian Muli yang telah mewakili Provinsi Lampung hingga meraih Juara Harapan III di tingkat nasional. Prestasi ini membuktikan bahwa potensi dan kualitas generasi muda kita mampu bersandingan dengan peserta dari seluruh pelosok negeri,” ujar Sylvia, Senin (12/10/2026).
Sylvia mengungkapkan, keberhasilan ini tidak lepas dari proses pembinaan yang intensif. Selama kurang lebih dua bulan, pihak sekolah berkolaborasi dengan Balai Bahasa Provinsi Lampung untuk memberikan pendampingan komprehensif, mulai dari pendalaman tema hingga penguatan teknik penulisan sastra. Ke depan, ia berharap pencapaian ini menjadi batu loncatan bagi Muli untuk terus mengasah bakat dan karyanya.
Sementara itu, Guru Bidang Studi Seni Budaya SMAN 1 Gedongtataan, Prasojo, menegaskan bahwa persiapan maksimal telah diberikan sekolah selama masa karantina latihan. Meskipun belum menembus posisi tiga besar utama, ia menilai pengalaman berlaga di tingkat nasional memiliki nilai yang sangat berharga bagi perkembangan intelektual dan kreativitas siswa.
“Kami tetap bangga atas kerja keras Muli. Pengalaman berkompetisi di level tertinggi nasional seperti ini adalah modal berharga yang akan memperkaya wawasan serta mengasah kemampuannya di masa mendatang,” ungkap Prasojo.
Gelaran FL3SN 2026 yang berlangsung secara daring pada 5–10 Oktober 2026 tersebut diikuti oleh 806 peserta terbaik dari seluruh penjuru Indonesia yang bertanding dalam 16 kategori lomba. Capaian Muli Salma Atsila ini diharapkan dapat menjadi pemantik semangat dan inspirasi bagi seluruh peserta didik di Lampung untuk terus berkarya dan berprestasi di kancah Nasional. (Sandi Putra/ Red)













