Periode 7 Oktober 2026 Deteksi Lonjakan Titik Panas, Tulang Bawang 74 dan Mesuji 45 Titik Panas

Bandar Lampung- Pemantauan satelit antariksa mendeteksi lonjakan signifikan titik panas (hotspot) potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Provinsi Lampung. Berdasarkan data pemantauan satelit NASA (NOAA-20, SNPP, dan MODIS) per Rabu, 07 Oktober 2026, tercatat sebanyak 198 titik panas tersebar di 9 kabupaten/kota.

Kabupaten Tulang Bawang dan Mesuji menjadi kawasan paling rawan dengan akumulasi titik panas mendominasi lebih dari 60% dari total temuan di seluruh wilayah provinsi.

Distribusi Titik Panas Wilayah Lampung

  • Kabupaten Tulang Bawang: 74 titik (terkonsentrasi utama di Kecamatan Menggala dan Gedung Meneng)
  • Kabupaten Mesuji: 45 titik (terkonsentrasi utama di Kecamatan Simpang Pematang)
  • Kabupaten Way Kanan: 26 titik (termasuk Kecamatan Pakuan Ratu dan Negeri Agung)
  • Kabupaten Lampung Timur: 26 titik (seluruhnya terdeteksi di Kawasan Taman Nasional Way Kambas)
  • Kabupaten Lampung Utara: 9 titik
  • Kabupaten Lampung Tengah: 8 titik
  • Kabupaten Tulang Bawang Barat: 6 titik
  • Kabupaten Pesawaran: 3 titik
  • Kabupaten Pesisir Barat: 1 titik

Tingkat Kepercayaan (Confidence Level) Pemantauan

Dari total 198 sebaran koordinat titik panas yang terdeteksi, analisis tingkat kepercayaan vegetasi terbakar menunjukkan:

  • High (Tinggi): 30 titik mengindikasikan potensi kuat adanya paparan api aktif permukaan.
  • Medium (Sedang): 163 titik membutuhkan verifikasi lapangan oleh tim Satgas Karhutla.
  • Low (Rendah): 5 titik indikasi awal paparan suhu permukaan tinggi.

Area dengan konsentrasi tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) tercatat berada di Desa Bangun Mulyo (Simpang Pematang, Mesuji), Desa Gedung Meneng (Gedung Meneng, Tulang Bawang), serta kawasan rawan konservasi di Taman Nasional Way Kambas (Lampung Timur).

Pemantauan ini memberikan peringatan khusus bagi instansi terkait karena titik panas tidak hanya berada di lahan perkebunan dan pertanian, tetapi juga menembus kawasan konservasi strategis nasional, yaitu Taman Nasional Way Kambas, serta area padat seperti Desa Ujung Gunung Ilir di Tulang Bawang.

Pemerintah daerah bersama BPBD, Manggala Agni, dan aparat TNI/Polri diimbau segera melakukan patroli darat dan ground checking ke titik koordinat terdampak guna mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Provinsi Lampung. (Sandi Putra/ Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!