Pemprov Lampung Dorong Percepatan Tol Lematang–Pelabuhan Panjang 11,68 Km untuk Perkuat Logistik dan Hilirisasi Industri

Bandar Lampung- Pemerintah Provinsi Lampung kembali mematangkan langkah strategis percepatan pembangunan Tol Lematang–Pelabuhan Panjang sepanjang 11,68 kilometer. Proyek infrastruktur senilai Rp2,11 triliun ini diproyeksikan menjadi enabler utama dalam memperkuat jaringan logistik, mendorong hilirisasi komoditas lokal, serta membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah tersebut.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menggarisbawahi pentingnya integrasi antara konektivitas jaringan jalan tol dan transformasi struktur ekonomi daerah. Menurutnya, keberadaan jalan tol tidak boleh sekadar menjadi perlintasan, melainkan harus memberikan multiplier effect langsung terhadap perekonomian masyarakat.

“Perekonomian Lampung harus bertransformasi dari ketergantungan pada sektor primer menuju industri pengolahan yang memiliki nilai tambah tinggi (value-added). Melalui hilirisasi komoditas unggulan, produk daerah diolah terlebih dahulu sebelum didistribusikan, dan keberadaan Tol Lematang–Pelabuhan Panjang menjadi simpul konektivitas utama untuk mendukung target tersebut,” ujar Mirza saat berbicara dalam FGD Nasional Forum Ekosistem Jaringan Jalan Tol Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) di Bandar Lampung, Sabtu (3/10/2026).

Berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), ruas Tol Lematang–Pelabuhan Panjang dirancang secara khusus untuk menghubungkan koridor utama Tol Bakauheni–Terbanggi Besar langsung menuju Pelabuhan Panjang. Akses cepat dan terintegrasi ini diyakini bakal memangkas biaya logistik (logistics cost) serta efisiensi waktu distribusi barang dari dan menuju kawasan industri maupun gerbang ekspor-impor.

Dari sisi kesiapan teknis:

  • Studi Kelayakan (Feasibility Study): Telah rampung dituntaskan.
  • Desain Awal (Basic Design): Telah mencapai tahap akhir sekitar 90 persen.
  • Target Kelanjutan Proyek: Dengan kepastian skema pendanaan, percepatan pengembangan ditargetkan berlanjut hingga penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) pada tahun 2027.

Selain fokus pada efisiensi jalur logistik dan kawasan industri berbasis komoditas lokal, optimalisasi jaringan tol ini juga diselaraskan dengan pertumbuhan pesat sektor pariwisata Lampung. Data mencatatkan lompatan signifikan angka kunjungan wisatawan ke Provinsi Lampung, dari sekitar 17 juta orang pada tahun 2024 menjadi 27 juta wisatawan pada tahun 2025.

Namun, Pemprov Lampung menekankan bahwa keberhasilan manfaat tol sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur pendukung di tingkat lokal. Pembenahan dan pembangunan jalan penghubung (feeder road) yang menghubungkan kawasan produksi, pusat pemukiman, hingga destinasi wisata unggulan menjadi krusial agar dampak pemerataan ekonomi dapat dirasakan secara inklusif oleh seluruh lapisan masyarakat. (Sandi Putra/ Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!