Dari Akar Birokrasi ke Panggung Transformasi, Kepemimpinan Sukatno Merajut Asa Pendidikan Lampung Utara

Studio2News – Perjalanan karier seorang pemimpin seringkali menjadi cerminan dari ketangguhannya di lapangan. Berawal dari bawah sebagai seorang abdi masyarakat di tingkat kelurahan, pernah menjabat sebagai lurah, sekretaris kecamatan, hingga camat, Sukatno memahami betul denyut nadi dan persoalan riil masyarakat.

Pengalaman birokratisnya semakin matang tatkala ia dipercaya menjadi Sekretaris Dinas PUPR pada tahun 2021, sebelum akhirnya diamanahkan sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Utara sejak tahun 2023 hingga kini.

Rekam jejak lintas sektor inilah yang membentuk gaya kepemimpinannya: taktis, membumi, dan berorientasi pada hasil nyata.

Di bawah kepemimpinannya, dunia pendidikan di Lampung Utara digerakkan oleh komitmen kuat untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul. Sukatno menyadari bahwa kemajuan pendidikan tidak bisa berjalan sendiri. Ia aktif membangun koordinasi lintas sektoral, termasuk bersinergi erat dengan jajaran Pemerintah Provinsi Lampung.

Salah satu langkah strategis yang krusial adalah pemetaan tenaga pengajar secara menyeluruh. Mengingat distribusi guru yang seringkali tidak merata, kehadiran kebijakan PPPK penuh waktu dan paruh waktu menjadi angin segar yang sangat membantu mengatasi kekurangan tenaga pendidik di berbagai sekolah.

Tak berhenti di situ, Dinas Pendidikan Lampung Utara juga mempertahankan soliditas seluruh jajaran untuk memetakan kondisi infrastruktur sekolah, mengidentifikasi secara presisi fasilitas yang mengalami rusak berat maupun rusak ringat guna mendapatkan penanganan yang tepat.

Program revitalisasi yang digulirkan pemerintah pusat melalui presiden Prabowo Subianto menjadi momentum emas bagi Kabupaten Lampung Utara. Dengan total keseluruhan bantuan mencapai 123 sekolah, mencakup jenjang PAUD, SD, hingga SMP, pembangunan fisik ini membawa dampak luas.

Yang menarik, pembangunan sekolah baru kini merambah sektor PAUD dengan menyasar 5 kecamatan dan 13 desa yang sebelumnya belum memiliki fasilitas pendidikan anak usia dini, dan saat ini prosesnya sedang berjalan masif.

Hebatnya lagi, pelaksanaan revitalisasi ini menggunakan pola swakelola yang langsung memberdayakan masyarakat setempat. Langkah ini tidak hanya memastikan kualitas infrastruktur terbangun dengan baik, tetapi juga turut menggerakkan roda perekonomian lokal di wilayah masing-masing.

Menjaga integritas dalam pengelolaan anggaran negara menjadi harga mati bagi Sukatno. Sesuai arahan kementerian dan instruksi pusat, Dinas Pendidikan Lampung Utara menggandeng Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya Kejaksaan, untuk mengawal ketat jalannya program revitalisasi.

Langkah ini diambil demi mematahkan potensi penyelewengan dan laporan fiktif di lapangan. Melalui pengawasan dan monitoring progres pembangunan yang intensif, pihak dinas memberikan penguatan mental kepada para pelaksana agar bekerja tenang asalkan sesuai dengan spesifikasi teknis.

Sukatno menegaskan bahwa jika terdapat kekurangan teknis dalam proses pembangunan, masih ada ruang dan kesempatan untuk memperbaikinya, dengan satu kesepakatan tegas bersama APH: tidak boleh ada kongkalikong.

Komitmen nyata pemerintah daerah dalam meringankan beban masyarakat juga diwujudkan melalui program seragam gratis. Sasaran utamanya adalah para murid baru tingkat SD dan SMP, yang telah dimulai sejak tahun 2025 lalu dengan menyalurkan 16.000 setel seragam.

Pendataan ukuran dilakukan secara teliti melalui pihak sekolah, dan pada Oktober 2026 ini seluruh seragam, merah putih untuk SD serta biru putih untuk SMP lengkap dengan atributnya, telah didistribusikan kepada para siswa.

Bahkan, ke depan terbuka kemungkinan untuk memperluas program ini dengan penyediaan seragam olahraga. Sukatno memastikan bahwa program pro-rakyat ini akan terus berjalan berkesinambungan hingga akhir masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati.

Selain memperhatikan siswa, kesejahteraan guru juga menjadi prioritas utama. Penyaluran insentif kepada tenaga pendidik terus berjalan secara konsisten sebagai wujud apresiasi atas dedikasi mereka di ruang-ruang kelas.

Di penghujung arah kebijakan dan langkah transformatif ini, Sukatno menitipkan pesan mendalam kepada seluruh dewan guru di Lampung Utara. Bagi beliau, kemajuan suatu daerah mustahil terwujud tanpa sinergi yang kokoh dan kerja sama yang harmonis dengan para tenaga pendidik.

“Guru jangan pernah capek untuk belajar. Kalau kita tidak mau mengikuti perkembangan zaman, maka kita akan tertinggal. Ingat, kalau bukan kita siapa lagi, dan kalau bukan sekarang kapan lagi.”

Sebuah pengingat penutup yang membakar semangat: bahwa masa depan generasi muda Lampung Utara berada di tangan para pendidik yang tak pernah berhenti bertumbuh. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!