Lampung Utara- Penutupan pendaftaran Seleksi Terbuka (Selter) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Pemerintah Kabupaten Lampung Utara pada Jumat (25/9/2026) pukul 16.00 Wib kemarin, mencatatkan tren partisipasi positif. Sebanyak 60 pejabat birokrat resmi mendaftarkan diri untuk memperebutkan restu Panitia Seleksi (Pansel) pada 11 posisi eselon II yang kosong.
Namun, di balik tingginya angka pendaftaran tersebut, peta persebaran peminat memperlihatkan anomali menarik yang mencerminkan kalkulasi strategis para ASN dalam meniti karier birokrasi.
Data Panitia Seleksi mencatat lonjakan pendaftar terkonsentrasi pada tiga instansi utama. Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berada di posisi puncak dengan 8 pendaftar, disusul Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) serta Dinas Koperasi yang masing-masing mengantongi 7 pendaftar.
Sebaliknya, formasi teknis dengan bobot kerja dan risiko tinggi justru berada di batas minimal keterenuhan kompetisi masing-masing hanya diisi 4 pendaftar. Formasi tersebut meliputi:
- Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim)
- Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK)
- Dinas Kesehatan
- Asisten Administrasi Umum
Mengapa jabatan Kepala Dinas Kominfo, BPKA, dan Dinas Koperasi menjadi magnet utama para calon pejabat. Mengamati dinamika birokrasi daerah modern, terdapat tiga faktor utama yang memengaruhi pilihan para peserta:
- Shift Prioritas Karier dan Etalase Politik (Kominfo)
Tingginya minat pada Dinas Kominfo menandai perubahan cara pandang terhadap peran instansi ini. Kominfo tidak lagi dianggap sebagai dinas pendukung teknis semata, melainkan etalase utama kinerja Pemerintah daerah. Di era transformasi digital dan transparansi publik, Kepala Dinas Kominfo memiliki tingkat eksposur tertinggi baik di mata pimpinan (Bupati), insan pers, maupun masyarakat luas. Posisi ini memberikan social capital dan modal politik eksekutif yang sangat bernilai untuk jenjang karier berikutnya.
- Lingkaran Inti Pengambilan Keputusan (BPKA)
Magnet BPKA merupakan fenomena klasik dalam struktur birokrasi. Selaku pengelola keuangan dan aset daerah, pimpinan BPKA memegang kendali atas “dapur” anggaran Pemkab. Posisi ini menempatkan pejabatnya tepat berada di lingkaran inti kebijakan strategis Kepala Daerah, sekaligus memberikan bargaining power (daya tawar) serta pengaruh birokratis yang kuat di antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya.
- Sentuhan Konstituen dengan Risiko Minimum (Dinas Koperasi)
Berbeda dengan dinas infrastruktur seperti SDABMBK atau Perkim yang dibayangi kompleksitas teknis, risiko audit auditif, dan potensi konflik lahan, Dinas Koperasi menawarkan portofolio program yang lebih ramah publik. Program pemberdayaan UMKM dan ekonomi kerakyatan bersentuhan langsung dengan masyarakat bawah, namun memiliki tingkat pergesekan politis dan risiko hukum yang relatif lebih rendah.
Fenomena penumpukan pendaftar di instansi non-teknis ini memberikan pelajaran penting bagi tata kelola birokrasi daerah. Seleksi terbuka idealnya bukan sekadar ajang mencari posisi strategis atau aman, melainkan sarana menempatkan figur yang memiliki kompetensi teknis manajerial (man-right-on-the-right-place).
Tantangan besar kini berada di tangan Panitia Seleksi untuk memastikan bahwa 11 posisi yang dilelang terutama posisi teknis yang sepi pendaftar tetap diisi oleh figur berkualifikasi tinggi demi menjaga laju pembangunan dan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Lampung Utara.
Berikut adalah rincian lengkap 60 peserta yang lolos tahap pendaftaran awal berdasarkan 11 jabatan yang dipilih:
- Asisten Administrasi Umum (4 Peserta): Heri Rahman, Muhammad Erwin Syah, Yovita Agustina, Ramon Trioza.
- Kepala BKPSDM (5 Peserta): Hendry Dunant, Heri Fitriansyah, Idrus, Novrida Nunyai, Yenni Rilia.
- Kepala BPKA (7 Peserta): Apriyadi, Heny Meyrastika, Iskandar Helmi, Biantori, Syamsi Syarifuddin, Antoni Effendi, M. Taslim Hasan.
- Kepala Disdukcapil (6 Peserta): Imam Sampurna, Yustian, M. Ridho Alrasyidi, Rahardian Aksa, Husnul Karomi, Andin Budiman Patikrathon.
- Kepala Dinas Kesehatan (4 Peserta): dr. Theresia Hutabarat, Asianto, dr. Dian Mauli, Lisa Novriani.
- Kepala Kominfo (8 Peserta): Iim Agus Muslim, Doni Ferwari, Budiman Tohir, Dicky Fahlevi Suudi, Nerwan, Nebokadnezzar S., Muhammad Randhy Pratamas, Anton Widawan Rahman.
- Kepala Dinas Koperasi (7 Peserta): Andriyani Salim, Hepni, Dedi Nurman, Indra Gunawan, Zainal K, Iswany Hendri, Meity Zahara.
- Kepala Disparbud (6 Peserta): Ahmad Agus Rama Halik, Iwan Sagitariza, Adila Indriani, Rahmat Suhaimi, Aspriyanto, Sapto Purnomo.
- Kepala Perkim (4 Peserta): Dirgantara, Rico Budiyanto, Saukat, Yunada.
- Kepala SDABMBK (4 Peserta): Muhamad Husnan Tamrin, Reza Nompi Saleh, Aprizal, Suwarso.
- Kepala PMDT (5 Peserta): Redho Tiansya, Kasim, Hamami, Joni Bahri, Chandra Khairil.
(Yogi/Red)













