Pantauan Satelit Deteksi 89 Titik Panas di Lampung, Tulang Bawang dan Way Kanan Terbanyak Periode 21 hingga 22 September 2026

Bandar Lampung- Pemantauan citra satelit mendeteksi sebanyak 89 titik panas (hotspot) tersebar di wilayah Provinsi Lampung pada periode 21 hingga 22 September 2026. Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ini terdeteksi melalui instrumen pemantau antariksa NASA-NOAA20, NASA-SNPP, dan NASA-MODIS.

Berdasarkan analisis data geospasial, sebaran titik panas mendominasi kawasan utara dan timur Provinsi Lampung. Kabupaten Tulang Bawang mencatatkan konsentrasi tertinggi dengan 24 titik panas, disusul Kabupaten Way Kanan sebanyak 21 titik, serta Kabupaten Lampung Timur dengan 16 titik. Selain itu, indikasi sebaran sejenis juga terpantau di Tulang Bawang Barat (10 titik), Lampung Tengah (5 titik), Lampung Utara (4 titik), Pesisir Barat (3 titik), Mesuji (3 titik), Tanggamus (2 titik), dan Lampung Selatan (1 titik).

Dari total temuan yang ada, area Kawasan Taman Nasional Way Kambas di Kabupaten Lampung Timur menjadi lokasi dengan pemusatan titik panas tunggal terbesar, yakni mencapai 14 titik. Salah satu titik di kawasan ini bahkan tercatat memiliki tingkat kepercayaan (confidence) kategori tinggi (high) pada pemantauan Senin malam, 21 September 2026.

Titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi lainnya juga terdeteksi di Desa Ringin Sari, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang. Sementara itu, 81 titik panas lainnya dikategorikan berada pada tingkat kepercayaan sedang (medium), dan enam titik teridentifikasi pada kategori rendah (low).

Selain kawasan konservasi, pemetaan area permukiman dan perkebunan di beberapa desa memperlihatkan konsentrasi titik panas yang cukup signifikan:

  • Kabupaten Way Kanan: Terdeteksi di Desa Blambangan Umpu (8 titik), Desa Negeri Baru (3 titik), serta area Kecamatan Negara Batin dan Negeri Besar.
  • Kabupaten Tulang Bawang: Tersebar di Desa Bakung Rahayu (6 titik), Desa Gedung Meneng (3 titik), serta wilayah Denting Teladas dan Menggala.
  • Kabupaten Tulang Bawang Barat: Terfokus di area Desa Pagar Dewa (5 titik) dan Desa Pasar Batang (4 titik).

Sebagian besar perekaman citra satelit berlangsung intensif pada Senin sore, 21 September 2026 pukul 13.30–13.50 WIB, serta berlanjut hingga Selasa dini hari, 22 September 2026.

Mengingat tingginya sebaran hotspot di daerah rawan vegetasi kering dan kawasan konservasi alam, kesiapsiagaan dari tim Satgas Karhutla, BPBD, serta instansi terkait sangat diperlukan guna melakukan verifikasi lapangan (groundcheck) serta penanganan dini guna mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Lampung. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!