Polres Lampura Pantau Peredaran Beras Fortifikasi ‘Palsu’

Lampung Utara,Studio2News-Polres Lampung Utara melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap beras fortifikasi ‘palsu’. Ini dilakukan guna mencegah beredarnya beras tersebut di Lampung Utara.

Kasat Reskrim Polres Lampung Utara, AKP Ivan Roland Cristofel menyampaikan, hingga kini belum ditemukan adanya indikasi beras fortifikasi yang beredar di Lampung Utara. Meski demikian, pihaknya menegaskan tidak akan melonggarkan pemantauan dan pengawasan.

“Sudah, kita turun ke lapangan sama tim dari bandar lampung. belum ada ditemukan, namum tetap dilakukan pengawasan,”Jelas AKP Ivan saat hubungi melalu telepon, Jum’at (18/9/2026)

Ditambahkannya, Langkah ini diambil sebagai upaya preventif kepolisian untuk melindungi masyarakat dari risiko konsumsi beras yang tidak memenuhi standar kesehatan, sekaligus memastikan ketertiban dan keamanan pangan di Kabupaten Lampung Utara.

Untuk diketahui, sebanyak 25 merek beras fortifikasi yang diduga palsu diungkap Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman. Dugaan palsu tersebut karena kandungan gizinya diduga tidak sesuai klaim pada kemasan.

Temuan itu didapat setelah pemerintah melakukan pemeriksaan terhadap 27 merek beras fortifikasi melalui empat laboratorium yang dinilai kredibel. Hasil pengujian menunjukkan kandungan fortifikasi pada 25 produk tidak sesuai dengan level yang seharusnya.

Beras fortifikasi di pasaran dijual dengan harga beragam, mulai dari Rp25 ribu hingga Rp57 ribu per kilogram (kg). Sementara, pemerintah memperkirakan harga yang seharusnya berada di kisaran Rp13.500 per kg. Selisih harga beras tersebut mencapai rata-rata Rp22 ribu per kg

Beras fortifikasi adalah beras biasa yang telah ditambahkan zat gizi mikro berupa vitamin dan mineral esensial (seperti zat besi, asam folat, zinc, dan vitamin A) untuk meningkatkan mutu nutrisinya. Tujuan utamanya, membantu mengatasi kekurangan gizi dan meningkatkan kesehatan masyarakat melalui bahan pangan pokok yang paling banyak dikonsumsi. (Yogi/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!