KOTABUMI, Studio2News — Pemerintah Kabupaten Lampung Utara melalui Dinas Pendidikan setempat mengambil langkah strategis dalam mencetak generasi unggul. Berkolaborasi dengan Pokja Bunda PAUD Kabupaten Lampung Utara, Dinas Pendidikan menggelar Sosialisasi Wajib Belajar 1 Tahun Pra-Sekolah Dasar (Pra-SD) yang dipusatkan di Gedung Pusiban Agung Kotabumi, Kamis (17/9/2026).
Langkah masif ini diambil untuk memperkuat pemahaman sekaligus membangun komitmen kolektif, guna mendongkrak partisipasi anak agar mendapatkan layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebelum resmi menapaki bangku Sekolah Dasar.
Kegiatan penting ini dihadiri langsung oleh jajaran penggerak utama pembangunan karakter anak bangsa, di antaranya Bunda PAUD Kabupaten Lampung Utara, Meri Farida Hamartoni, yang didampingi oleh Ketua Pokja Bunda PAUD, Bety Viviyanti Romli, serta Kepala Dinas Pendidikan Lampung Utara, Sukatno.
Turut hadir pula Ketua Dharma Wanita Persatuan, Dina Prawitarini, Ketua Pokja II TP PKK Kabupaten Lampung Utara Tien Rostina, para Bunda PAUD Kecamatan, Ketua Pokja Bunda PAUD Kecamatan, hingga seluruh Bunda PAUD Desa se-Kabupaten Lampung Utara. Kehadiran para Narasumber kompeten seperti Hardian Ashari dari BPMP Provinsi Lampung dan Suslina Sari, Ketua PW APPAUDI Provinsi Lampung, semakin memperkaya substansi materi dalam sosialisasi tersebut.
Dalam arahannya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Utara, Sukatno, menegaskan bahwa jenjang PAUD memegang peranan krusial sebagai fondasi dasar pembentukan mental, kemandirian, kemampuan bersosialisasi, serta aspek kognitif anak sebelum masuk ke pendidikan formal.
“PAUD bukan sekadar tempat anak bermain sebelum masuk SD. PAUD adalah fondasi. Kita sedang memastikan setiap anak Lampung Utara memiliki titik awal yang lebih baik ketika memasuki pendidikan dasar,” tegas Sukatno.
Ia menambahkan, kesuksesan program Wajib Belajar 1 Tahun Pra-SD tidak akan bisa tercapai jika hanya mengandalkan pemerintah semata. Diperlukan orkestrasi dan kolaborasi lintas sektoral yang melibatkan keluarga, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga kepedulian masyarakat luas.
Sebagai motor penggerak di lini terbawah, para Bunda PAUD Kecamatan dan Desa didorong untuk tidak berhenti sekadar mendengarkan sosialisasi. Sukatno menginstruksikan agar mereka turun langsung ke lapangan, mendata anak-anak usia prasekolah yang belum tersentuh layanan PAUD, serta menjembatani komunikasi dengan orang tua maupun pemerintah desa setempat.
“Jangan berhenti pada sosialisasi hari ini. Datang ke masyarakat, kenali anak-anak di wilayah masing-masing, cari tahu siapa yang belum mendapatkan layanan PAUD, dan bangun komunikasi dengan orang tua serta pemerintah desa. Jika ada kendala akses, kita carikan solusinya bersama,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF yang juga menjabat sebagai Sekretaris Pokja Bunda PAUD Kabupaten Lampung Utara menyampaikan bahwa kegiatan ini bermuara pada pemerataan pemahaman, penguatan sinergi birokrasi, serta pemenuhan akses pendidikan merata, khususnya di wilayah-wilayah yang selama ini minim fasilitas PAUD.
Melalui momentum ini, program Wajib Belajar 1 Tahun Pra-SD di Lampung Utara ditegaskan bukan sekadar seremonial administratif, melainkan sebuah gerakan moral bersama. Gerakan ini memastikan tidak ada satupun anak di Lampung Utara yang tertinggal hak dasarnya dalam memperoleh pendidikan berkualitas sejak usia dini.
Dengan sinergi yang solid antara pemerintah daerah, jejaring Bunda PAUD, keluarga, dan masyarakat, Kabupaten Lampung Utara optimistis mampu melahirkan generasi masa depan yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing tinggi. (Riski/Red).













