Perjalanan dan Estafet Kepemimpinan PWI Lampung “Membuat Suatu Cerita Agar Menjadi Cerita”

Bandar Lampung- Pada akhir Desember 1965 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Lampung resmi terbentuk setelah sebelumnya menjadi bagian dari PWI Cabang Sumatera Bagian Selatan. Dan pada 29 Mei 1970 melalui Surat Keputusan Nomor 018/P.P/1970, PWI Pusat secara resmi mengesahkan perubahan status PWI Perwakilan Lampung menjadi PWI Cabang Lampung (PWI Provinsi Lampung).

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung telah lama dikenal sebagai salah satu wadah organisasi profesi jurnalis yang paling solid, berwibawa, dan berprestasi di Indonesia. Sejak berdirinya hingga era modern saat ini, estafet kepemimpinan di tubuh PWI Lampung berjalan dinamis, melahirkan figur-figur pers.

Perjalanan panjang PWI Lampung diwarnai oleh kepemimpinan tokoh-tokoh pers terkemuka yang mendedikasikan diri untuk memajukan kualitas wartawan dan menegakkan pilar keempat demokrasi.

  1. Solfian Akhmad (Era Perintis / 1970–1972 & 1974–1990)

Dikenal luas sebagai salah satu pendiri Harian Lampung Post sekaligus “Mullah Pers Lampung” julukan kehormatan dari tokoh pers nasional Rosihan Anwar  Solfian Akhmad merupakan fondasi awal peletak batu pertama organisasi kewartawanan profesional di Lampung. Di bawah kepemimpinannya, PWI Lampung tumbuh dari organisasi rintisan menjadi rumah besar wartawan Lampung.

  1. Para Tokoh Pemimpin Lanjutan (Era Konsolidasi)

Estafet kemudian dilanjutkan oleh sejumlah tokoh pers senior yang memperkuat struktur organisasi, memperluas jaringan, serta meningkatkan profesionalisme anggota di tengah dinamika politik dan sosial yang terus berkembang.

  1. Supriyadi Alfian

Memimpin PWI Lampung dengan dedikasi tinggi dalam memperkuat solidaritas antar anggota wartawan serta mengawal marwah kebebasan pers yang bertanggung jawab di era digital awal.

  1. Wirahadikusumah (Periode 2021–2026)

Di bawah kepemimpinan Wirahadikusumah, PWI Lampung memasuki era transformasi digital dan penguatan kapasitas organisasi yang masif, membawa angin segar melalui berbagai program peningkatan kompetensi wartawan yang adaptif dan profesional.

PWI Lampung bukan sekadar organisasi seremonial, melainkan rumah prestasi yang konsisten menorehkan tinta emas, baik di tingkat regional maupun nasional:

  • Peningkatan Kompetensi Melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW): PWI Lampung konsisten menjadi salah satu pelopor penyelenggaraan UKW dengan kelulusan tertinggi di Sumatra, memastikan bahwa setiap jurnalis yang bernaung di bawahnya memiliki standar profesionalisme dan pemahaman UU Pers yang mumpuni.
  • Prestasi Olahraga di Ajang Nasional (Porwanas): Kontingen wartawan Lampung melalui Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) PWI Lampung selalu menjadi momok yang diperhitungkan dan kerap membawa pulang medali emas dari berbagai cabang olahraga dalam ajang Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas).
  • Inovasi Program dan Event Skala Nasional: PWI Lampung aktif menggerakkan roda ekonomi kreatif dan pariwisata daerah melalui penyelenggaraan event-event besar berskala nasional, seperti PWI Half Marathon yang menawarkan hadiah prestisius serta melibatkan ribuan peserta dari berbagai daerah.
  • Kedaulatan Marwah Etik dan Advokasi: PWI Lampung sukses menghadirkan iklim perlindungan hukum dan advokasi yang kuat bagi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistiknya, menjadikan organisasi ini benteng pertahanan utama kebebasan pers yang bermartabat.

Kini, estafet kepemimpinan PWI Lampung terus berlanjut dengan semangat pembaruan yang kokoh. Petahana Wirahadikusumah kembali menyatakan kesiapannya untuk membawa PWI Lampung melangkah lebih jauh pada periode 2026–2031, didukung oleh figur-figur berintegritas tinggi seperti Adi Kurniawan yang siap mengawal penegakan etika organisasi sebagai Ketua Dewan Kehormatan.

Dengan fondasi sejarah yang kuat, komitmen terhadap profesionalisme, serta kesiapan Lampung menjadi tuan rumah berbagai agenda besar nasional termasuk sukses menuju perhelatan Hari Pers Nasional (HPN) dan Porwanas PWI Lampung membuktikan bahwa organisasi ini tidak hanya merawat tradisi kejayaan, tetapi juga berani melangkah maju menembus batas demi kemajuan insan pers Lampung yang pada akhirnya goresan suatu cerita kepemimpinan itu akan menjadi cerita. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!