Bupati Pesisir Barat, Nyambai Adalah Tentang Penghormatan, Kesopanan, dan Kebersamaan

Pesisir Barat- Bupati Pesisir Barat Dedi Irawan secara resmi menutup helatan Festival Nyambai 2026 di Desa Wisata Bumi Lebu, Sabtu malam (15/8/2026). Penutupan perhelatan budaya tahunan ini tidak hanya menjadi penanda berakhirnya panggung seni, tetapi juga momen krusial penguatan komitmen pelestarian adat tradisi Saibatin di tengah era modernisasi.

Dalam amanatnya, Bupati Dedi Irawan menegaskan bahwa Nyambai melampaui sekadar seni pertunjukan tari, musik, atau pakaian adat. Tradisi ini menyimpan nilai filosofis mendalam tentang penghormatan, kesopanan, dan kebersamaan.

“Festival Nyambai bukan hanya pertunjukan di atas panggung. Di dalamnya terdapat pesan kehidupan yang sangat dalam, nilai penghormatan, kesopanan, persaudaraan, dan silaturahmi. Adat kita jaga, budaya kita lestarikan, persaudaraan kita kuatkan, dan Pesisir Barat kita bangun bersama,” jelas Dedi Irawan.

Pesan kunci dan evaluasi festival nyambai 2026 yakni  apresiasi khusus diberikan kepada generasi muda (Muli Mekhanai) yang aktif berpartisipasi. Bupati menekankan bahwa kebudayaan daerah bukanlah simbol masa lalu yang kuno, melainkan identitas pembeda di tengah arus globalisasi, selain itu festival ini diproyeksikan terus berkembang sebagai ruang inkubasi seni, wadah mempererat tali silaturahmi antarwarga, sekaligus sarana mempromosikan destinasi Desa Wisata Bumi Lebu ke tingkat Nasional, dan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat menyampaikan terima kasih mendalam kepada panitia penyelenggara, seniman, tokoh masyarakat, dan warga lokal atas suksesnya agenda pelestarian warisan leluhur ini.

Melalui penutupan ini, Pemkab Pesisir Barat menegaskan visinya untuk memastikan bahwa generasi mendatang tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pewaris aktif yang bangga akan identitas dan budaya Saibatin. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!