Sejarah Baru Dunia Pendidikan, Prabowo Sentuh Pulau Terluar Mianggas, Klaim Revitalisasi 71 Ribu Sekolah di 2026

JAKARTA, Studio2News – Di tengah komitmen membenahi kualitas sumber daya manusia sejak dini, Presiden RI Prabowo Subianto menggebrak lewat program perbaikan infrastruktur pendidikan terbesar dalam sejarah Indonesia.

Sepanjang tahun 2026, Pemerintah mencatat telah mengebut revitalisasi lebih dari 71.000 sekolah di berbagai penjuru tanah air.

Pencapaian masif tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Negara dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Di hadapan para wakil rakyat, Prabowo menegaskan bahwa anak-anak Indonesia mutlak harus mendapatkan fasilitas belajar yang layak dan berkualitas tanpa terkecuali.

“Anak-anak kita harus memperoleh pendidikan yang baik. Karena itu kita jalankan program perbaikan sekolah terbesar dalam sejarah kita. Tapi tahun ini kita telah perbaiki lebih dari 71.744 sekolah,” ujar Prabowo.

Langkah jemput bola ini merupakan kesinambungan dari komitmen pemerintah sebelumnya, di mana pada tahun 2025 lalu tercatat sudah ada 17.000 sekolah yang direvitalisasi.

Jika ditotal secara keseluruhan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di bawah kepemimpinan Mendikdasmen Abdul Mu’ti, pemerintah telah menyentuh lebih dari 80.000 sekolah rusak dalam kurun waktu 2025–2026, mencakup sekolah negeri maupun swasta.

Geliat renovasi besar-besaran ini tidak hanya berpusat di kawasan perkotaan yang mudah diakses. Prabowo menegaskan bahwa negara hadir merata hingga ke batas-batas terluar nusantara demi memastikan tidak ada siswa yang belajar di ruang kelas yang nyaris ambruk.

“Bahkan di pulau yang paling terluar, yang paling terpencil, pulau Mianggas, kita sudah perbaiki sekolah di Mianggas,” ungkap Prabowo disambut antusias.

Pemerintah tidak ingin mengendurkan gas percepatan pembangunan infrastruktur pendidikan ini. Prabowo membeberkan peta jalan ambisius di mana program revitalisasi akan terus digenjot secara masif hingga akhir masa jabatannya pada tahun 2029 mendatang.

Target tahunan yang dipatok kian mendaki:

  • Tahun 2025:000 sekolah selesai direvitalisasi.
  • Tahun 2026: Lebih dari 71.744 sekolah diperbaiki.
  • Tahun 2027 (Target):000 sekolah.
  • Tahun 2028 (Target):000 sekolah.
  • Tahun 2029 (Target Puncak): Seluruh sekolah dan pondok pesantren di seluruh pelosok Indonesia dipastikan tuntas direnovasi.

Melalui gebrakan transformatif ini, wajah pendidikan Indonesia diharapkan mampu bangkit dari ketertinggalan infrastruktur, memberikan rasa aman, serta mendongkrak semangat belajar anak-anak bangsa dari Sabang sampai Merauke, hingga pulau terluar Mianggas. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!