Lampung Utara- Langkah preventif terhadap kejahatan seksual anak memerlukan pendekatan holistik yang melibatkan sinergi antara otoritas daerah, institusi pendidikan, dan keluarga. Mengantisipasi maraknya kasus kekerasan serta pencabulan terhadap anak, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Lampung Utara menggelar Sosialisasi Perlindungan Anak dan Pendidikan Seksualitas Usia Dini di TK Negeri Pembina, Kelurahan Kota Alam, Kamis (30/7).
Kegiatan strategis ini dirancang untuk membekali para orang tua dan pendidik dengan metodologi edukasi protektif yang sesuai dengan tahap perkembangan psikologis anak usia dini.
Fokus Utama Sosialisasi Perlindungan Anak:
- Edukasi Anotomi & Batasan Diri: Mengenalkan anggota tubuh yang bersifat pribadi (private parts) serta menanamkan konsep body autonomy sejak dini.
- Metode Good Touch & Bad Touch: Melatih anak untuk mengenali perbedaan antara sentuhan kasih sayang yang aman dan sentuhan yang berpotensi membahayakan.
- Respons Kritis Anak: Mengajarkan langkah proteksi aktif, yaitu berani berkata “tidak”, melarikan diri dari situasi mengancam, dan melapor kepada orang dewasa yang terpercaya (safe adults).
Ketua TP-PKK Kabupaten Lampung Utara, drg. Meri Farida Hamartoni, menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan fase krusial dalam pembentukan karakter, kesadaran keselamatan diri, serta fondasi sebelum memasuki jenjang Sekolah Dasar.
“Upaya pencegahan pencabulan dan kekerasan seksual terhadap anak tidak dapat dibebankan pada satu pihak semata. Peran keluarga sebagai benteng utama dan sekolah sebagai lingkungan tumbuh kembang harus berjalan beriringan. Orang tua perlu menghapus stigma bahwa pendidikan seksualitas usia dini adalah hal yang tabu; sebaliknya, ini adalah instrumen perlindungan diri yang vital bagi anak,” ujar Meri Farida di hadapan para wali murid dan jajaran pendidik.
Pj. Kepala TK Negeri Pembina, Ramayanti Aliyah menyambut positif inisiatif tersebut. Menurutnya, pemahaman mendalam dari orang tua mengenai pola pengasuhan yang responsif terhadap isu perlindungan anak akan meminimalkan risiko anak menjadi target kejahatan.
Rangkaian acara berlangsung interaktif melalui diskusi mendalam bersama para wali murid mengenai strategi komunikasi efektif dengan anak di rumah. Sebagai bentuk komitmen terhadap tumbuh kembang anak secara menyeluruh, usai sesi edukasi, Ketua TP-PKK melakukan peninjauan fasilitas pembelajaran serta menyerahkan paket Makan Bergizi Gratis guna mendukung pemenuhan nutrisi para siswa.
Melalui edukasi berkelanjutan ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Utara berharap dapat membangun ekosistem yang aman, ramah anak, serta bebas dari ancaman kekerasan maupun kejahatan seksual di wilayahnya. (Yogi/ Red)













