LAMPUNG UTARA, Studio2News – Suara bising mesin potong besi dan dentang logam saling bersahutan di tepi Sungai Way Tulung Tambah, Desa Baru Raharja, Kecamatan Sungkai Utara, Kabupaten Lampung Utara. Di lokasi tersebut, sebuah jembatan yang telah lama dinantikan warga kini perlahan mulai berdiri kokoh.
Meski pengerjaannya belum rampung sepenuhnya, kehadiran infrastruktur ini telah berhasil menyambungkan kembali sejuta asa serta harapan bagi ribuan warga setempat. Berdasarkan pantauan hingga Senin, (3/8/2026) progres pembangunan Jembatan Perintis Garuda Aramco ini telah menembus angka 75,85 persen.
Di lapangan, prajurit TNI dari Koramil 412-06 Sungkai Utara Kodim 0412 Lampung Utara, tampak bahu-membahu dan sigap mendampingi para pekerja untuk menuntaskan proyek vital tersebut.
Selama ini, Sungai Way Tulung Tambah menjadi jalur konektivitas sekaligus tantangan berat bagi mobilitas masyarakat. Mengingat kedalaman air berkisar di angka 50 cm disaat saat musim hujan debit air dapat melonjak drastis hingga 3 meter, yang kerap memutus total mata rantai aktivitas harian warga.
Menjawab tantangan tersebut, Jembatan berstruktur Aramco ini dirancang khusus tepat di penghujung pembukaan badan jalan TMMD ke-129 Kodim 0412/LU. Jembatan ini memiliki spesifikasi teknis yang tangguh Panjang 11 meter Lebar: 6 meter dengan Bentang Sungai 8 meter
Kehadiran jembatan ini memberikan dampak akses yang masif, yakni menghubungkan 3 dusun di Desa Baru Raharja serta 2 kecamatan sekaligus (Sungkai Utara dan Sungkai Tengah). Proyek ini diproyeksikan langsung memberi manfaat bagi 549 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 2.739 jiwa penduduk.
Saat ini, fokus pengerjaan bertumpu pada perakitan serta pemasangan struktur besi, dilanjutkan dengan pengangkutan material pasir dan batu ke titik-titik krusial. Tahapan berikutnya akan segera memasuki proses pengecoran guna memastikan konstruksi benar-benar kokoh dan tahan lama.
Kehadiran Pelda Rudi Hartono beserta anggota Satgas TMMD ke-129 di lokasi bukan sekadar formalitas, melainkan wujud nyata pengabdian dan keseriusan TNI demi kelancaran pembangunan infrastruktur rakyat.
“Kami berada di lokasi untuk membantu dan memastikan struktur pekerjaan berjalan lancar. Harapan kami, jembatan ini secepatnya bisa dimanfaatkan masyarakat luas, sebagai akses yang jauh lebih aman, nyaman, dan mudah,” ujar Pelda Rudi Hartono.
Antusiasme warga kian membuncah. Selama ini, rute memutar yang menyita waktu dan biaya tinggi menjadi makanan sehari-hari masyarakat. Dengan beroperasinya Jembatan Perintis Aramco nanti, urat nadi perekonomian, akses anak-anak menuju sekolah, hingga mobilitas petani dalam mengangkut hasil bumi dipastikan bakal jauh lebih cepat dan efisien.
Pembangunan yang terus dipacu ini menjadi bukti autentik sinergi yang kuat antara TNI, pemerintah, dan masyarakat. Sebentar lagi, tatkala proses pengecoran rampung, jembatan ini tidak hanya akan berdiri sebagai bangunan fisik biasa, melainkan menjadi ikon serta simbol kuat kiprah Garuda dalam menembus batas keterisolasian demi pondasi kesejahteraan baru bagi ribuan warga Sungkai Utara. (Red).













